LuminaSense Envisage Sebuah Intuisi Digital

Arif Datoem, seniman yang telah 35 tahun bergulat dengan dunia fotografi memamerkan sejumlah karya hasil observasi dan refleksi bertajuk “LuminaSense Envisage” di Galeri Nasional, Jakarta (21-31 Agustus 2017).

Menurut Arif Datoem, fotografi secara substansial mencurahkan metode sekaligus konstitusi pemikiran dan perasaan ke dalam proses melihat, agar bisa mengalami suatu pemahaman yang mendalam tentang keadaan eksistensi subjeknya.

“Ini adalah suatu cara pemahaman intuitif melalui pengetahuan, kejujuran, emosi, dan nalar,” ungkap Arif Datoem.

Sehingga begitu banyak hal atau sesuatu yang berharga yang telah terekam lewat jendela bidik Arif Datoem. Di situlah cara dia memahami dirinya dan dunia.

Sujud Dartanto yang bertindak sebagai kurator pameran menyatakan, Arif Datoem cenderung merenovasi, merakit ulang, merubah, rekondisi, dan memperbarui gambar yang dia ambil selama proses ideasinya. Dia kemudian sangat terlibat dalam tahap rekoleksi dan reļ€‚eksi dengan cara kontemplatif sebelum dia memperkenalkan pernyataan visual yang benar-benar berbeda.

“Modus digital intuitif Arif Datoem melalui spiritualitasnya, nalar dan imajinasinya memainkan peran penting dalam tahapan dimana dia melakukan kontemplasi dan ideasi,” tulis Sujud Dartanto.

Sujud Dartanto juga melihat bahwa karya seni Arif Datoem menghubungkan orang dengan misteri, pesona, tempat, dan budaya, serta saling berhubungan dengan waktu untuk menjembatani jurang antara citra yang ada di dalam foto dengan orang-orang yang melihatnya.

Meski demikian lugasnya muara intuisi digital itu, LuminaSense Envisage tetaplah misteri. []

About artspace indonesia

artspace.id adalah kumpulan informasi mengenai dunia seni kontemporer di Indonesia. silakan kirim informasi seni Anda kepada kami : redaksiartspace@gmail.com admin : FRINO BARIARCIANUR | ARGUS

View all posts by artspace indonesia →

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *