Musikalisasi Puisi dan Tarian Komodo Meriahkan Seni Bandung

Suasana jalan Dalemkaum saat berlangsung pembukaan Seni Bandung, Minggu (24/09/2017).
Musikalisasi puisi oleh Adew Habtsa dan Rekan
Musikalisasi puisi oleh Adew Habtsa dan Rekan
Tari Komodo oleh Komunitas Kamoro asal Papua
Musikalisasi Puisi oleh Kelompok Yayan Katho
Musikalisasi puisi oleh Kelompok Yayan Katho
Tarian api oleh Kelompok tatanggaranda83

Akhirnya benar-benar pecah “Seni Bandung #1” yang telah disusun setahun lalu. Lewat perhelatan besar selama sebulan, warga akan menikmati sajian menarik dari seniman terpilih kota Bandung.

Saat pembukaan pada Minggu sore (24/09/2017) sejumlah seniman dari berbagai bidang seni menampilkan karya-karya terbaik mereka. Diantaranya kelompok musik Yayan Katho,  Adew Habtsa, Kelompok Perkusi Tatanggaran, dan Komunitas Kamoro memeriahkan kawasan heritage kota Bandung yakni sepanjang jalan Dalemkaum.

Walikota Bandung, Ridwan Kamil mengatakan, “Hidup jangan hanya bekerja saja, membangun gedung. Hidup juga harus ada waktu untuk istirahat, merenung. Ada istirahat pribadi tidur, ada istirahat refleksi.”

Nah Seni Bandung itu, menurut Kang Emil, agar warga Bandung jangan jadi chasing, jangan jadi mesin, tapi jadi manusia yang punya jiwa, punya isi, punya rasa, ya. Bagaimana cara mengisinya, selain dengan ibadah, adalah dengan berkesenian. []

About artspace indonesia

artspace.id adalah kumpulan informasi mengenai dunia seni kontemporer di Indonesia. silakan kirim informasi seni Anda kepada kami : redaksiartspace@gmail.com admin : FRINO BARIARCIANUR | ARGUS

View all posts by artspace indonesia →

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *