Mengemas Parodi di Ruang Publik

Mengemas teater parodi di ruang publik punya tantangan sendiri bagi sutradara dan aktor. Pilihan dialog atau komunikasi termasuk gerak tubuh menjadi sangat penting.

Tantangan mementaskan “Suku Suka Saku” di Taman Cikapundung River Spot (06/10/2017) dialami oleh sutradara Yusef Muldiyana dari kelompok teater Laskar Panggung. Salah satunya penguasaan ruang publik yang telah disulap seadanya menjadi panggung bagi aktor-aktor muda.

“Aktor-aktor yang lebih senior turut membantu menghidupkan suasana,” ungkap Yusef Muldiyana.

Yusef juga menekankan agar para aktor tidak terpaku pada naskah melainkan improvisasi. Dan memang mengemas teater kontemporer bercampur dengan longser ini bukan perkara yang mudah. Lantas, bagaimana tantangan teater di ruang publik itu? []

About artspace indonesia

artspace.id adalah kumpulan informasi mengenai dunia seni kontemporer di Indonesia. silakan kirim informasi seni Anda kepada kami : redaksiartspace@gmail.com admin : FRINO BARIARCIANUR | ARGUS

View all posts by artspace indonesia →

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *