Meributkan “Pribumi” Daripada Petuah Suku

Ribut soal pidato Anies Baswedan, saat prosesi pengangkatan dirinya menjadi Gubernur DKI Jakarta, redaksi artspace tertarik membaca seluruh isi pidato gubernur Jakarta itu. Namun artspace tertarik dengan 5 petuah yang diucapkan Anies Baswedan. Apa saja isinya?

Berikut petikan dan penggalan demi penggalan pidato Gubernur DKI Jakarta :
“Holong manjalak holong, holong manjalak domu,” demikian sebuah pepatah Batak mengungkapkan. Kasih sayang akan mencari kasih sayang, kasih sayang akan menciptakan persatuan. Ikatan yang sempat tercerai, mari kita ikat kembali. Energi yang sempat terbelah, mari kita satukan kembali.”

“Ada sebuah pepatah Aceh yang bermakna, “Cilaka rumah tanpa atap, cilaka kampung tanpa guyub.” Persatuan dan keguyuban ini yang harus terus kita perjuangkan, dimulai dari meruntuhkan sekat-sekat interaksi antar segmen masyarakatnya, terutama pemisahan ruang interaksi berdasar kemampuan ekonomi”

“Dalam mewujudkan semua prinsip itu, dialog dan musyawarah harus diutamakan melalui mekanisme majelis-majelis perwakilan warga yang dilibatkan dalam setiap pengambilan kebijakan. Musyawarah diutamakan untuk menghasilkan kesepakatan dan kesepahaman. “Tuah sakato,” kata orang Minang. Dalam kesepakatan berdasar musyawarah itu terkandung tuah kebermanfaatan.”

“….kami bertekad akan menjadi pemimpin bagi kolaborasi warga kota yang berdaya dan turut menjadi perancang dan pelaku pembangunan. Dalam pepatah Banjar dikatakan, “Salapik sakaguringan, sabantal sakalang gulu.” Satu tikar tempat tidur, satu bantal penyangga leher. Kiasan ini bermakna hubungan antar elemen masyarakat yang erat, saling setia dan mendukung satu sama lain. Inilah semangat yang hendak kita bangun.”

“Sebuah kearifan lokal dari Minahasa mengingatkan, “Si tou timou tumou tou.” Manusia hidup untuk menghidupi orang lain, menjadi pembawa berkah bagi sesama.”

Tapi apalah arti petuah suku itu? Toh, dalam keseluruhan pidato Gubernur DKI Jakarta, kata “pribumi” lebih seksi untuk dibincangkan, dibenturkan, karena ribuan orang-orang dunia maya lebih menyukai perkelahian dan pertentangan. Begitulah Jakarta![]

About artspace indonesia

artspace.id adalah kumpulan informasi mengenai dunia seni kontemporer di Indonesia. silakan kirim informasi seni Anda kepada kami : redaksiartspace@gmail.com admin : FRINO BARIARCIANUR | ARGUS

View all posts by artspace indonesia →

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *