Pameran Tunggal Kim Tae-Ho di Mizuma Gallery Lukisan Dansaekhwa Pemikat Publik

Seniman Korea, Kim Tae-Ho akan menyajikan pameran tunggal bertajuk “Transitions pada tanggal 11 November – 3 December 2017. Acara pembukaan pameran akan digelar pada tanggal 11 November 2017, pukul 15.00 – 18.00 wib di 22 Lock Road #01-34, Gillman Barracks, Singapura.

Kim Tae-Ho, adalah salah satu seniman Korea yang menjadi pionir pada karya seni rupa monokrom sejak 1970-an.  Karya-karyanya ditandai sebagai upaya meluaskan kemungkinan bentuk di dalam praktik seni kontemporer Asia Timur. Ia masih menggunakan kertas tradisional buatan tangan, kertas Hanji, untuk menunjukkan tektur yang kuat di dalam eksperimentasi kekaryaan lintas-media melalui karya-karya monokromatiknya. Praktik seni tersebut menunjukkan dirinya sebagai legenda hidup pelukis Dansaekhwa kontemporer.

Lukisan-lukisan Kim Tae-Ho juga menunjukkan karakternya yang unik melalui sentuhan valet-valetnya yang kuat: sebuah metoda penciptaan karya seniman yang sangat cermat dalam memperoleh lapisan-lapisan warna yang padat di dalam bidang karyanya.

Kim Tae-Ho, Internal Rhythm 84 – 64 – 69 (2017) © Kim Tae-Ho, courtesy of the artist and Mizuma Gallery

Pameran ini akan memperlihatkan kemajuan karir Kim dari bentuk pertama yang ditemukannya hingga saat ini, yang disebut dengan Internal Rhythm.

Pada kali pertama bentuk karyanya disajikan di tahun 1977, lukisan-lukisannya nampak berupaya mengekspresikan subjek abstrak figuratif yang tertutup oleh bentuk-bentuk ilusif dan gemometris.

Bentuk-bentuk yang hadir muncul dari jendela gedung-gedung yang berdiri kokoh sebagai simbol perlawanan, hingga penggunaan kertas hanji; amatan Kim tersebut hendak mengekspresikan pentingnya peristiwa miskomunikasi dan isolasi yang terjadi pada masyarakat saat ini. Kemudian pada kali pertama Internal Rhythm lahir tahun 1990an, menetapkan peran ekspresi-ekspresi dari bentuk menjadi struktur ruang.

Kim Tae-Ho, Form 84 – 19 (1984) ©”Kim”Tae-Ho, courtesy of the artist and Mizuma Gallery

Sejak 1995, Internal Rhythm dianggap sebagai upaya Kim yang bekerja di dalam sebuah laboran lukisan dan proses penciptaan yang sangat cermat. Dipandu oleh jalinan garis yang ditarik dengan irama yang konstan di atas kanvas, sapuan kuas yang tebal itu dilapisi oleh dua puluh kali lebih sapuan untuk menghasilkan sebuah lapisan cat yang menggumpal.

Dilanjutkan dengan mengikis lapisan-lapisan cat yang padat, untuk menyingkap warna-warna di bawah tiap lapisannya. Ruang visual yang tak terhitung jumlahnya dibangun di dalam formasi grid yang saling tumpang tindih: setiap sel seperti sarang lebah, menghasilkan kehidupannya sendiri dalam lukisan.

Kritikus seni Kim Bok-Young telah menyebut metode kerja Kim sebagai ‘kebetulan terhadap ketersembunyikan dan pengungkapan’. Dia tidak mengungkapkan semuanya sekaligus, tapi lebih memilih untuk menunjukkan hanya sebagian kecil dari dirinya sendiri: sebuah momen konflik kecil dalam ritme internal sang seniman. Transisi akan menjadi pameran tunggal Kim Tae-Ho di Singapura setelah karirnya selama empat dasawarsa.

Profil Singkat Seniman

Kim Tae-Ho (lahir 1948, Busan, Korea Selatan) meraih gelar B.F.A. Seni Lukisan dari Sekolah Pascasarjana Seni Rupa di Universitas Hongik, Seoul, Korea. Pameran solonya sendiri termasuk Galeri Hyundai, Seoul, Korea (1985 dan 1991), Galeri Kamakura, Tokyo, Jepang (1996), Tokyo Gallery, Tokyo, Jepang (2002), Museum Sung Kok, Seoul, Korea (2007), dan Struktur Ruang Operasi terbaru, Museum Seni Busan, Busan, Korea 2015). Dia telah berpartisipasi secara ekstensif dalam pameran kelompok baik di Korea maupun di luar negeri, seperti China, Jepang, Filipina, Costa Rica, Swiss, Jerman, A.S. Di antara banyak penghargaan yang diterima, tahun 2003 melihat pencapaian Tae-Ho atas Grand Prize pada Kompetisi Seni Buil 2, Busan, Korea, dan pada tahun 1982, dia menerima Grand Prize di Gonggan Printmaking Competition. Karya-karyanya berada dalam koleksi The British Museum (London, Inggris), Museum Nasional Seni Kontemporer (Seoul, Korea Selatan), Museum Seni Kota Busan (Busan, Korea Selatan), dan Museum Shimonoseki (Shimonoseki, Jepang) . Sejak 1987, Tae-Ho telah menjadi Profesor di Departemen of Painting di Universitas Hongik. Kim Tae-Ho tinggal dan bekerja di Seoul, Korea.

Profil Singkat Gallery

Mizuma Gallery didirikan pada tahun 1994 di Tokyo, dan sejak dibuka di Gillman Barracks, Singapura pada tahun 2012, bertujuan untuk promosi seniman Jepang di kawasan ini serta pengenalan seniman muda berbakat dan menjanjikan dari Asia Tenggara sampai ke pentas seni internasional. Galeri menciptakan vektor dialog baru di Asia, dengan bertukar proyek seni antara Asia Timur dan Asia Tenggara.

Profil Singkat Gillman Barracks

Terletak di bekas barak militer yang berasal dari tahun 1936 dan dikelilingi oleh tanaman hijau tropis yang rimbun, Gillman Barracks cluster seni visual diluncurkan pada bulan September 2012. Visi Gillman Barracks adalah menjadi tujuan Asia untuk presentasi dan diskusi seni internasional dan Asia Tenggara. Hari ini, Gillman Barracks adalah sebuah tempat untuk pecinta seni, kolektor seni, dan mereka yang penasaran dengan seni. Cluster ini merupakan focal point lanskap seni Singapura, dan jangkar perkembangan seni rupa di daerah dan sekitarnya.Untuk informasi lebih lanjut: www.gillmanbarracks.com

Media Relasi:
Teo Cai Yun: caiyun@mizuma.sg

Theresia Irma: theresia@mizuma.sg

Mizuma Gallery buka:
Selasa – Sabtu: 11am – 7pm
Minggu: 11am – 6pm
Tutup hari Senin dan Hari Libur Nasional

www.mizuma.sg
www.mizuma-art.co.jp

About Argus FS

Artspace Indonesia Curator, art observer, pipesmoker from Bandung, Indonesia | Instagram: @argus_fs

View all posts by Argus FS →

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *