Seni Lingkungan Seni yang Menyentuh Hati

I Wayan Sudarna Putra, seniman asal Bali, mengembangkan seni yang memantik kesadaran tentang lingkungan hidup. FOTO : koleksi I Wayan Sudarna Putra

I Wayan Sudarna Putra, seniman asal Bali, yang juga akrab dipanggil Nano, mengembangkan kekaryaan hingga menyentuh kesadaran publik tentang pelestarian lingkungan. Spirit kekaryaan tersebut berlandaskan religiusitas Bali, akar perjumpaannya dengan kehidupan.

Karya bertajuk ”Menanam Air” berupa instalasi bambu yang dipamerkan di halaman Indieart House, Yogyakarta, memperlihatkan kegigihan Nano mengolah rupa dari bambu untuk melindungi bibit tanaman yang baru tumbuh.

“Proses ini telah saya lakukan sejak bulan Januari 2014 di berbagai tempat di Bali, mulai dari Badung, Gianyar, Singaraja, Denpasar, Klungkung,Tabanan,” ungkap I Wayan Sudarna Putra.

Nano juga mengaku dalam setiap kesempatan berkunjung ke rumah sahabat-sahabatnya, menyempatkan diri untuk menanami halaman rumah sahabat-sahabatnya. Dengan kata lain, projek seni rupa “Menanam Air” tidak lain adalah menanam pohon itu sendiri dengan spirit persembahan.

Memang tidak semuanya berhasil tumbuh, tapi I Wayan Sudarna Putra, tak pernah menyerah. Dia percaya apa yang dilakukannya kelak secara pelan dapat memperbaiki lingkungan dimana dia berpijak. Dan usaha I Wayan Sudarna Putra kiranya menjadi penting di tengah kondisi alam yang semakin rusak serta minimnya kesadaran kita menjaga lingkungan.

“Secara pribadi apa yang saya lakukan ini adalah hal biasa dan sangat sederhana dalam bentuk persembahan kepada bumi ini. Dengan bersyukur dan penuh harapan, semoga projek ini menjadi projek sepanjang masa atau sepanjang hidup saya sebagai warga Negara bumi yang lebih baik untuk kehidupan pada masa yang akan datang,” kata alumnus ISI Yogyakarta ini.[]

About artspace indonesia

artspace.id adalah kumpulan informasi mengenai dunia seni kontemporer di Indonesia. silakan kirim informasi seni Anda kepada kami : redaksiartspace@gmail.com admin : FRINO BARIARCIANUR | ARGUS

View all posts by artspace indonesia →

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *