Percakapan Anniketyni Madian dengan Kurator artspaceid Anniketyni Madian adalah salah satu seniman kontemporer Malaysia

Kurator artspace.id melakukan wawancara jarak jauh dengan Anniketyni Madian, terkait dengan pameran tunggalnya di Artcube Gallery, Intermark Mall, Ampang, Kuala Lumpur, Malaysia, pada tanggal 8 – 31 December 2017.

Kurator artspace.id memilih Anniketyni Madian sebagai seniman yang unik pada minggu ini disebabkan oleh konsistensinya terhadap medium kayu pada karya-karyanya. Serta gagasan artistiknya yang berasal dari budaya lokal; motif Pua Kumbu. Sebuah presentasi nilai paradoks yang oleh Jakob Sumardjo, dalam Estetika Paradoks, disebut presentasi pola dua; dua struktur yang saling bernegasi untuk mencapai harmoni spiritual. Karya-karya Anni juga dianggap menarik dan unik di tengah perkembangan seni rupa kontemporer di Kuala Lumpur, Malaysia, dimana dominasi seni lukis yang sangat kuat masih menjadi percakapan penting di komunitas kolektor seni di Malaysia. Kita simak percakapan singkat kami dengan seniman Anniketyni Madian berikut ini.

Anniketyni Madian, “Kayu Betimbau #2” (2017). Mixed of hardwood and black matte oil color, 4′ x 8′. FOTO: Anniketyni Madian.

 

Apa cerita baru di balik proses kreatif untuk karya kamu pada pameran tunggal kali ini?

Untuk pameran tunggal kali ini diberi judul ‘Bejampong’, berasal dari suku Iban laut di Sarawak. Arti Bejampong, “Multiple & Variety”.

Pameran Bejampong sebenarnya meringkas 3-4 tahun karyaku sebelumnya. Aku kumpulkan unsur tradisional pola Pua Kumbu menjadi patung kayu secara agresif dengan menambahkan beberapa lapisan, warna pola dan variasi bentuk karya yang unik di pameran ini. Dengan menambahkan sketsa dan perhitungan rumus matematika selama proses berkarya untuk pameran tunggalku, kemajuan juga menjadi kunci pameran ini. Aku ingin penonton mengerti bahwa bagian terbaik dari proses kerjaku adalah perhitungan rumus matematika.

Berapa banyak karya yang akan disajikan pada pameran tunggal kali ini? 

Aku menyiapkan 12 karya untuk pameran tunggal kali ini.

Apakah kayu masih menjadi medium utama dan mengapa masih membuat karya dengan medium itu?

Ya betul. Tetapi, untuk pameran tunggal ini aku tambahkan beberapa resin yang paling pekat ke dalam salah satu bagian instalasinya.

Aku sudah lama bekerja dengan kayu dan selalu enjoy setiap kali aku bekerja di studio. Bekerja dengan kayu adalah meditasi untuk diriku sendiri dan secara otomatis mengubah perilaku diriku sendiri. Ternyata aku menjadi seseorang yang sangat disiplin, sabar dan lebih mencintai alam. Bagian yang terbaik dalam berkarya ya bekerja dengan kayu.

Dalam pilihan yang startegis, coba ungkapkan keingintahuan kamu terhadap kayu sebagai medium?

Keingintahuanku terhadap kayu selalu dihadapkan pada situasi di mana aku harus memperlakukan kayu dengan sempurna. Saya berdiskusi dan banyak bertanya kepada tukang kayu senior dan pemasok kayu setiap kali aku penasaran dengan kayu.

Apakah motif atau pola Pua Kumbu masih ada di dalam karya kamu hari ini, maka, bisakah anda menjelaskan alasan mengapa anda menggunakannya?

Ya, aku masih menggunakan pola Pua Kumbu sebagai elemen dalam karyaku, karena itu adalah identitas karyaku. Pua Kumbu benar-benar mewakili diriku sebagai seniman Borneo sesungguhnya dalam seni kontemporer di Malaysia.

Mengapa kamu tidak menggunakan media baru atau media tradisional (melukis) untuk memperluas pesan dalam karyamu?

Aku sudah pernah mencoba sebelumnya, berkarya di media yang lain, seperti lukisan, dalam upaya memperluas pesan dalam karyaku. Tetapi rupanya tidak cocok untukku, karena aku tidak senang melakukannya. Aku terjebak setiap saat ingin melakukan pekerjaan baru.

Aku menemukan diriku sendiri dengan kekuatan memahat, karena dengan memahat aku melibatkan banyak hal seperti komposisi teknis, dan gerakan. Selalu menikmati bekerja elemen tiga dimensi dan terus menantang imajinasiku untuk menghasilkan karya seni baru.

Anniketyni Madian, “Kayu Betimbau #1” (2017). Mixed of hardwood and black matte oil color, 5′ x 5′. FOTO: Anniketyni Madian.

 

Kamu telah membuat keputusan bahwa kayu akan menjadi satu-satunya media yang akan kamu sentuh, benar. Lalu, apakah kamu pernah membayangkan berapa banyak kayu yang kamu butuhkan sepanjang karir sebagai seniman dengan medium kayu?

Ya, aku butuh berbagai macam kayu. Aku selalu menganggap diriku sehari-harinya adalah orang yang selalu belajar. Itu berarti, aku riset dan mencari tahu banyak tentang kayu, dari kayu lokal sampai kayu yang ada di luar. Ini adalah pengetahuan yang tak terhingga bagiku sebagai seniman.

Apakah kamu menanam pohon di tanah kamu sendiri atau di tempat lain? Karena jelas kamu membutuhkan banyak pohon untuk berkarya.

Tidak, aku tidak melakukannya. Aku berharap punya tanah sendiri. Terkadang aku beli kayu dari Amerika Serikat (fokus pada kayu Oak dan Maple yang kuat), kadang membeli kayu dari Bali atau dari kampung halamanku di Kuching (Kalimantan). Kami punya kayu yang kuat, “Kayu belian” di sana. Aku suka berbagai macam jenis kayu di hutan-hutan dari seluruh dunia.

Saya penasaran jika kamu membuat beberapa karya kinetik, tapi saya tidak melihatnya dalam pameran tunggal kali ini. Apakah itu disebabkan oleh konsep karyamu tentang padu-padan?

Sebenarnya, aku sedang dalam proses eksperimen untuk membuat karya patung kinetik. Yang aku butuhkan saat ini adalah untuk membuat patung lebih solid terlebih dahulu untuk dipamerkan. Aku sudah berencana untuk membuat karya kinetik untuk pameran tunggal berikutnya. Targetnya setelah 2 tahun mendaptkan pencapaian dan risetku dianggap cukup. Aku tidak menyajikan karya patung kinetik di pameran ini karena aku tidak cukup percaya diri untuk memamerkan karya baru yang melibatkan gerakan. Saya akan sajikan karya patung kinetik nanti. Tunggu saja.

 

Anniketyni Madian, “Kayu Betimbau #3” (2017). Mixed of hardwood and black matte oil color, 6′ x 6′. FOTO: Anniketyni Madian.

 

About Argus FS

Artspace Indonesia Curator, art observer, pipesmoker from Bandung, Indonesia | Instagram: @argus_fs

View all posts by Argus FS →

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *