Lima Fungsi Galeri Seni dalam Kehidupan Sosial

Selasar Sunaryo Art Space, Bandung, rutin menggelar pameran karya seniman muda. FOTO : frino bariarcianur

Indonesia punya ribuan seniman keren. Mereka berkarya dalam rupa-rupa yang selalu menyedot perhatian kita. Salah satu tempat untuk melihat hasil karya seni yang keren itu adalah galeri seni.

Di galeri seni kita dapat melihat karya, diantaranya ada yang berbentuk patung, lukisan, instalasi seni, foto, video, yang disajikan secara sistematis. Karya seni itu dijual dari harga ratusan ribu hingga milyaran rupiah. Tetapi di sebuah galeri seni ada juga karya yang tidak dijual. Hanya dipajang saja.

Baiklah, mari kita mulai memeriksa fungsi galeri seni secara umum.

Sebuah galeri seni memiliki fungsi sebagai : (1) Ruang pajang karya, artinya memiliki fungsi untuk memajang karya seni dari seorang seniman atau kelompok sehingga bisa dinikmati oleh masyarakat. Setiap galeri memiliki standard kualitasnya masing-masing untuk memilih seniman atau karya yang akan dipamerkan. Nah, buat kamu yang pengen dan baru jadi seniman, jangan ngambek dulu bila karya ditolak manajer atau kurator seni.

Cemeti Art House di Yogyakarta memiliki program penelitian dan residensi untuk seniman. FOTO : frino bariarcianur

(2) Ruang Ekonomi, dan tentunya bukan rahasia lagi bahwa sebuah galeri yang baik harus bisa menghidupi dirinya sendiri. Maka manajemen galeri berupaya, bersungguh-sungguh, alias serius banget untuk menjual karya-karya seniman. Dengan kata lain sesungguhnya galeri adalah mesin ekonomi. Sebuah mesin ekonomi canggih yang mampu mencermati potensi seniman, kecenderungan dan kebutuhan pasar.

Tentunya galeri seni tidak hanya mencari keuntungan semata. Ada hal lain dari transaksi ekonomi itu, diantaranya membuat seniman semangat berkarya, galeri membuat program yang keren bagi publik, dan kolektor bahagia memiliki karya seni yang baik.

(3) Ruang Pendidikan. Sejumlah galeri seni di Indonesia memiliki berbagai program yang mendukung eksistensi galeri. Artinya tidak hanya sebagai ruang pamer dan ekonomi, tetapi juga ruang pendidikan bagi masyarakat. Program ini biasanya diwujudkan dalam bentuk penelitian, workshop, seminar, diskusi atau tur galeri. Galeri yang memiliki program pendidikan bertujuan agar masyarakat luas semakin mengetahui, memahami, mencintai dan memelihara karya-karya seni. Ada banyak kasus menyeramkan di Indonesia, yakni kelompok yang tak memahami lantas menghancurkan karya seni. Tentu kita tak ingin hal-hal demikian terjadi lagi.

(4) Ruang Sosial, maka sebuah galeri menjadi salah satu jembatan penghubung untuk mempertemukan masyarakat dari berbagai kalangan. Seperti Indonesia yang beragam ini, maka galeri seni memungkinkan untuk mempertemukan dan membincangkan berbagai hal perbedaan budaya, gagasan, gaya hidup, ideologi, politik, dan sebagainya. Lihatlah kini, sejumlah selebritas, politikus, pengusaha, termasuk pejabat negara kerapkali terlihat berinteraksi di galeri seni.

Galeri Cipta II, Taman Ismail Marzuki, Jakarta memamerkan karya Dodo Karundeng. FOTO : frino bariarcianur

(5) Ruang Ekspresi. Selain mengekspresikan pemikiran dan kegelisahan seniman, galeri juga bisa menampung berbagai ekspresi masyarakat. Ini terbukti bila ada pameran seni, banyak sekali orang-orang berfoto bersama karya. Bahkan ada yang berani memegang karya meskipun ada larangannya. Kita memang penasaran dengan karya-karya seni itu. Gemes.

Lima fungsi ruang inilah yang menjadikan galeri seni sangat penting kehadirannya dalam medan sosial seni di Indonesia.

Kota-kota seperti Jakarta, Bandung, Yogyakarta, Semarang, Magelang, Batu, Surabaya, Denpasar, Makassar, termasuk kelurahan Ubud, dan sejumlah kota lainnya, telah memiliki galeri seni yang dikelola oleh pemerintah, komunitas, pihak swasta, kampus, dan seniman. Pengelolaannya pun sudah sangat baik.

Galeri seni memiliki fungsi sebagai ruang Interaksi sosial yang berbeda latar belakang budaya, ideologi, dan politik. Salah satu galeri yang padat dengan berbagai program adalah Galeri Nasional Indonesia, Jakarta. FOTO : frino bariarcianur

Meski galeri seni sangat penting bagi sebuah kota, kehadiran galeri tak melulu semanis gula. Ada galeri seni yang hanya mampu bertahan beberapa tahun saja, dengan alasan tak lagi sanggup menutupi biaya pemeliharaan dan program. Namun jangan salah, ada galeri seni yang berhasil mendorong pencapaian karya seniman Indonesia hingga ke kancah internasional.

Apakah cukup dengan galeri seni yang sudah ada?

Kiranya belum karena jumlah seniman Indonesia begitu banyak dan tersebar di berbagai pulau sehingga gagasan mendirikan sebuah galeri seni yang profesional, progresif, dan representatif, masih terbuka lebar. Hal ini tentu akan memicu gagasan baru, praktik seni yang mutakhir dan ekonomi yang tak terpusat di kota di pulau Jawa. []

One Comment on “Lima Fungsi Galeri Seni dalam Kehidupan Sosial”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *