Jelajah Sangkring Art Space di Yogyakarta Penulis : Agresti Retno Sumantiyasmi

Selain identik dengan kota pelajar, Yogayakarta juga sering disebut sebagai kota seni dan budaya. Sebagai perwujudan atas identitas terebut, setidaknya terdapat 28 galeri seni yang tersebar di provinsi DIY ini. Tidak hanya berfungsi untuk sarana apresiasi seni, galeri seni di Yogyakarta pun digunakan sebagai ruang publik yang bersifat terbuka untuk masyarakat luas.

Salah satu galeri seni yang mencakup peran tersebut adalah yang akan dibahas pada tulisan ini, yaitu Sangkring Art Space.

Kebetulan, liburan tahun baru kemarin, saya sempat mengunjungi Sangkring Art Space. Saya mendapat informasi mengenai Sangkring dari internet dan media sosial. Banyak teman di media sosial yang menyarankan untuk mengunjungi tempat ini karena kata mereka cukup “instagramable.” Maksudnya, bisa dijadikan spot foto yang menarik untuk kemudian fotonya dipamerkan di media sosial instagram. Saya yang penasaran pun akhirnya memutuskan untuk mengunjungi Sangkring Art Space.

Sangkring Art Space terletak di Nitiprayan RT01/RW20, Ngestiharjo, Bantul. Cukup jauh dari pusat kota Yogyakarta karena berada di Kabupaten Bantul. Nama galeri seni yang didirikan tanggal 31 Mei 2007 ini diambil dari nama leluhur Putu Sutawijaya, seorang perupa sekaligus pendiri Sangkring Art Space. Kemudian, galeri ini dikelola swadaya, tetapi tidak menutup kemungkinan untuk bekerja sama dengan instansi seni lain.

Berangkat dari misi “Merangkul, menggandeng, dan merengkuh puspa ragam seni dalam sebuah ruang seni,” Sangkring Art Space dibuka untuk digunakan oleh siapa saja sebagai wadah pengekspresian seni. Sebagai ruang publik, Sangkring Art Space bercita-cita untuk mewujudkan ruang berbagi secara inklusif antarsesama penikmat seni. Di galeri ini, segala bentuk praktik seni, apapun ekspresinya, bagaimana pun kreativitasnya, akan dihargai sama tinggi.

Ketika saya mengunjungi Sangkring Art Space, galeri ini tidak terlalu ramai. Dari luar, tampilan Sangkring Art Space seperti rumah modern masa kini. Bangunan ini terbagi atas tiga ruang utama, yaitu Sangkring Art Space, Sangkring Art Project, dan Bale Banjar.

Sangkring Art Space merupakan ruang yang terletak di paling depan. Ketika memasuki ruang tersebut, saya merasa kesan modern dari desain ruangan ini yang berstandar internasional. Ruang ini dapat digunakan untuk menampilkan berbagai medium seni, mulai dari lukisan, patung, dan seni instalasi.

Sangkring Art Project

Keluar dari ruang pertama, melalui tangga yang terletak di luar ruangan, saya pun menuju ruang kedua, yaitu Sangkring Art Project. Ruang ini diresmikan pada 18 Maret 2011, merupakan ruang alternatif yang didesain untuk menyatukan seni dari berbagai macam latar belakang.

Pada ruang ini juga memungkinkan untuk digunakan sebagai tempat “akulturasi” berbagai disiplin ilmu dalam bidang kesenian. Hal itu terlihat dari tidak adanya sekat pada ruang ini sehingga menampilkan kesan terbuka dan ramah untuk mengolaborasi berbagai disiplin ilmu.

Puas mengagumi pameran pada Sangkring Art Project, saya pun mengakhiri eksplorasi galeri ini dengan menuju bagian belakang bangunan ini. Terdapat Bale banjar yang merupakan ruang publik pada galeri ini.

Ruang ini digunakan sebagai ruang temu yang dapat diakses oleh siapa saja dan di sinilah dialog antarpegiat seni terjadi. Suasana pada Bale Banjar cukup kontras dari bentuk bangunan luar yang terkesan modern. Bale Banjar lebih mengunggulkan nilai budaya. Namanya pun diambil dari spirit lokal masyarakat Bali. Ruang Bale Banjar sarat akan kesan pedesaan dan tradisional.

Dari Sangkring Art Space saya belajar bahwa seni itu inklusif, merangkul siapa saja tanpa memandang usia, kelas sosial, disiplin ilmu, hingga ideologi seseorang. Seni itu menyatukan dan eksistensinya mampu menjelajah ruang dan waktu, merasuk ke dalam imajinasi manusia. Seni tidak banyak menuntut, hanya perlu satu: apresiasi. []

 

* Penulis adalah mahasiswa UGM, tinggal di Sleman. Media Sosial : : IG: @agrestiretno_ | Line: agrestiretno

About artspace indonesia

artspace.id adalah kumpulan informasi mengenai dunia seni kontemporer di Indonesia. silakan kirim informasi seni Anda kepada kami : redaksiartspace@gmail.com admin : FRINO BARIARCIANUR | ARGUS

View all posts by artspace indonesia →

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *