Kritik Sosial Melalui Pameran Drawing Karya Hotland Tobing Penulis : Siti Muslikhah

Salah satu galeri seni tertua di Yogyakarta, yaitu Bentara Budaya Yogyakarta, kali ini menampilkan pameran tunggal karya Hotland Tobing bertajuk Pameran Drawing “Oleh-Oleh Dari Desa” mulai tanggal 23 hingga 31 Januari 2018.

Sampah Masyarakat

Pameran karya Hotland Tobing ini menampilkan karya klasik, yang penuh dengan guratan-guratan tinta dan kekuatan karya seninya justru terletak pada arsiran garis-garis halusnya yang sangat detail dan rumit. Dominasi warna pada pameran memang warna tinta, yaitu hitam, sehingga tampak kesan kuno dan elegan. Meski, tetap terdapat karya-karya yang menampilkan warna, tetapi kesan warna tidak terlalu meriah.

Seni Hotland Tobing lebih banyak menampilkan kritik sosial, baik yang terjadi di dalam negeri maupun di luar negeri, meskipun lebih banyak yang ditampilkan adalah isu-isu yang terjadi di dalam negeri.

Pada saat pertama melangkahkan kaki ke dalam gedung Bentara Budaya, karya yang paling depan dan langsung mencuri perhatian adalah karya yang menggabungkan konsep dua dimensi dan tiga dimensi. Karya itu berjudul “Sampah Masyarakat”.

Seni ini dibuat dengan sketsa wajah para koruptor yang ditempelkan di pojok dinding. Sketsa wajah para koruptor ini pinggirannya dibuat sedikit terbakar dan dengan warna kertas dan jenis kertas yang beragam: kertas gambar putih, kertas kardus tebal warna cokelat, kertas karton warna cokelat muda, dan kertas kuning, serta sebuah kertas warna biru. Di sekeliling gambar sketsa wajah para koruptor, ditata sedemikian rupa gambar jebakan tikus yang banyak.

Pengungsi dan Mie Instant

Hal ini merupakan metafor bahwa koruptor adalah tikus-tikus berdasi yang menggerogoti uang rakyat. Yang menariknya, karya ini menggabungkan unsur tiga dimensi dengan diletakkan empat tong sampah klasik berbahan dasar bambu, yang biasa diletakkan orang-orang desa di depan rumah untuk sampah dedaunan kering.

Bergeser ke karya seni lainnya, yang membahas mengenai bagaimana di balik penderitaaan para pengungsi itu mempengaruhi secara signifikan pundi-pundi kekayaan pengusaha mie instant. Karya ini dilukis di atas dua lembar koran yang menampilkan peta Indonesia dengan persebaran mie instant di seluruh penjuru Indonesia. Kedua koran ditata atas-bawah, dengan bagian atasnya menggambarkan kedua orang pimpinan pengusaha mie instant, beserta cetakan rekening-rekening mengiringi gambar pola persebaran mie instant.

Kemudian koran di bawahnya, menggambarkan pengungsi-pengungsi beserta anak mereka. Penataan atas-bawah sedemikian rupa juga bukannya tanpa alasan, akan tetapi menggambarkan bahwa perusahaan meraup untung besar meski dengan penderitan para pengungsi.

Made in America

Karya yang menampilkan patung Liberty Amerika, adalah salah satu yang membahas mengenai isu global. Lukisan tinta pada kertas ini menampilkan patung Liberty yang membawa senapan dan juga mengalungi granat, kemudian di sekelilingnya berhimpit orang-orang dengan berbagai posisi yang menggambarkan saling tertindas. Menurut saya, karya ini memiliki arti bahwa Amerika sang pencipta perang, dengan judulnya sendiri yang mengartikan hal itu “Made in America”, dan membuat orang-orang menderita kesusahan.

Orang-orang berkerumun ini bisa juga dimaknai bahwa dengan adanya perang, membuat orang-orang semakin berbondong-bondong datang ke Amerika, sebagaimana yang dikatakan orang “American’s Dream” bahwa orang bisa menjadi apa saja di Amerika. Tetapi,itu semua lagi-lagi memang strategi Amerika sendiri.

Hotland Tobing mampu membawakan kritik sosial dengan sangat baik dalam karya seninya, sehingga orang awam pun bisa menikmati sekaligus memahami maknanya. []

 

* Penulis dapat ditemui di media sosial Instagram: @ra_ra_rakhma_ma_ma | Facebook : Rahma St

About artspace indonesia

artspace.id adalah kumpulan informasi mengenai dunia seni kontemporer di Indonesia. silakan kirim informasi seni Anda kepada kami : redaksiartspace@gmail.com admin : FRINO BARIARCIANUR | ARGUS

View all posts by artspace indonesia →

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *