Lawangwangi Creative Space: Ruang Gerak bagi Pengunjung Bandung Penulis : Christine Toelle

Bandung sebagai tempat wisata seringkali berpusat dalam komersialisasi kuliner dan toko-toko baju siap pakai. Wacana konsumerisme yang diwadahi oleh keberadaan kafe-kafe dan factory outlet ini menjadikan Bandung sebagai salah satu tujuan wisata hangat bagi liburan singkat di akhir pekan. Seringkali target-target pemasaran ini tidak disertai dengan pendidikan yang tepat bagi para pengunjungnya.

Salah satu contoh pameran yang diselenggarakan di Lawangwangi beberapa tahun lalu.

Pemahaman mengenai ‘liburan singkat’ atau ‘weekend getaway’ yang hanya dipenuhi oleh proses jual beli barang-barang siap pakai atau siap konsumsi menjadi pusaran yang kurang memberikan janji lebih bagi perkembangan wisata Bandung di era kontemporer.

Menilik sejarah Bandung dan perkembangan masyarakatnya kini, dirasakan sebuah keperluan untuk memberikan ‘oleh-oleh’ yang lebih dari sekedar produk konsumsi yang hilang ditelan masa, produk budaya rasanya hanya terbungkus dalam kotak-kotak makanan ringan dan kantong-kantong kresek berisi baju siap pakai.

Lawangwangi Creative Space hadir di daerah Dago Giri dengan tampilan yang lebih dari sekedar kafe-kafe Bandung pada umumnya. Publikasi Lawangwangi dikemas sedemikian rupa menjadi sebuah ruang yang sangat familiar bagi para pelancong di Bandung yang datang untuk sekedar memuaskan kebutuhan foto-foto dan makan cantik di kafe dengan pemandangan yang permai.

Berbagai jenis pameran pernah diselenggarakan di Lawangwangi Creative Space, dari pameran karya seni lukis hingga instalasi

Penggunaan kata “Creative” Space dari Lawangwangi sendiri nampaknya menjadikan ruang tersebut lebih familiar dan tidak menutup segmentasinya hanya pada ruang seni rupa yang eksklusif dan sulit dijangkau nalar masyarakat umum. Mengingat kebanyakan pameran-pameran seni rupa dianggap sulit dicerna dan bahasa yang ditampilkan dalam kuratorial mau pun karya-karya perupa kontemporer seringkali terlalu kritis untuk dijadikan konsumsi ringan dalam weekend getaway para turis Bandung.

Ruang seni di Dago Giri ini memberikan tampilan lain dari sekedar ruang kaku persegi empat yang menampilkan karya-karya perupa modern mau pun kontemporer Indonesia.

Dengan sistem ruang yang dibagi kedalam dua bagan besar —galeri dan kafe— maka pengunjung ditawarkan sebuah opsi untuk menikmati pemandangan asri dari kota Bandung di kafe sementara mengasah pemikiran kritis mereka sembari mengkonsumsi produk-produk budaya dalam bentuk karya Seni Rupa.

Lawangwangi sendiri menyajikan galeri mereka dengan sebuah konsep yang bersih dan lugas, satu ruang utama berbentuk persegi empat dengan perbedaan kecil dalam tatarannya yang dibagi dua dalam ruang utama. Bagian yang lebih tinggi dibedakan dengan sebuah tangga yang meluas di bagian tengah ruang pamer.

Karya perupa ternama seperti Diyanto pun masuk dalam daftar perupa yang pernah berpameran di Lawangwangi Creative Space.

Proses leveling ini kemudian menjadi sebuah elemen khas bagi ruang utama di galeri Lawangwangi, menjadikan proses kuratorial dalam pameran-pameran yang diselenggarakan di Lawangwangi menjadi lebih mudah b pembagian alur mau pun perbedaan antara segmen karya yang ditampilkan.

Produk budaya yang dibahas di awal tulisan kemudian mampu berubah dari sekedar kotak brownies dan belanjaan factory outlet menjadi pemikiran dan renungan mengenai kondisi seni rupa mau pun masyarakat Bandung dan Indonesia secara keseluruhan. Oleh-oleh ini sekiranya mampu menjadi loncatan kecil bagi para pengunjung Bandung yang menjadikan Lawangwangi Creative Space sebagai destinasi kecil dalam weekend getaway mereka.

Seahkan-ahkan pengunjung masih diberikan ruang gerak untuk memilih antara diskusi kritis mengenai budaya dan masyarakat dan atau menikmati secangkir kopi dan makanan ringan sembari berfoto ria di balkon utama kafe Lawangwangi. []

 

* Penulis adalah mahasiswa Seni Rupa ITB program studi Seni Rupa dengan Jalur Pilihan Ilmu-Ilmu Seni dan Estetika. Ketertarikannya pada penulisan mau pun tata kelola dalam medan seni rupa menjadikan penulis seorang individu yang aktif terlibat dalam kegiatan-kegiatan dalam medan seni rupa. Tulisan-tulisannya belum pernah ada yang dipublikasikan sebagai tulisan lepas, dikarenakan itu pula artikel-artikel dalam ​submission bebas dari ​artspace.id menjadi sarana yang begitu menarik bagi penulis untuk memulai eksplorasi dalam menulis mengenai wacana kreatif Indonesia.

Christine Toelle E: ​cghtoelle@gmail.com  IG: @christinegerr

About artspace indonesia

artspace.id adalah kumpulan informasi mengenai dunia seni kontemporer di Indonesia. silakan kirim informasi seni Anda kepada kami : redaksiartspace@gmail.com admin : FRINO BARIARCIANUR | ARGUS

View all posts by artspace indonesia →

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *