Roemah Seni Sarasvati: Sisa-Sisa ​Heritage Bandung diselaraskan dengan Ruang Seni Kontemporer Penulis : Christine Toelle

Bandung sebagai kota yang dibentuk dari masa kolonialisme memiliki esensinya tersendiri bila disandingkan dengan kota-kota lain. Terlebih dari itu, perkembangannya dalam bidang budaya dan kesenian turut mendukung Bandung menjadi salah satu kota dengan wacana yang tidak pernah habis digali.

Salah satu ruang seni di Bandung, Roemah Seni Sarasvati menjadi contoh yang konkret bila membicarakan perpaduan antara kedua wacana terbesar Bandung sebagai kota, nilai historis dan perkembangan kreativitas Seni Rupa.

Roemah Seni Sarasvati terletak di Jalan Jendral Sudirman No. 137. Program-program yang dilaksanakan di ruang ini pun beragam dari pameran koleksi hingga pameran wacana seni jalanan dari ​Street Stage Bandung. Pameran-pameran serupa yang sifatnya lebih akademik dan historis seperti pameran arsip pun pernah menjadi salah satu wacana yang digarap oleh Roemah Seni Sarasvati.

Letaknya yang strategis di pusat kota Bandung dengan dikelilingi tempat-tempat kuliner dan pusat usaha menjadikannya ruang seni dengan tata letak yang cukup berbeda dari kebanyakan ruang seni lainnya di Bandung.

Perkembangan turisme dan seni rupa di Bandung menjadikan kebanyakan ruang seni diletakan di daerah-daerah sub-urban dengan capaian yang cukup jauh dari pusat usaha kota Bandung ​—hal ini mungkin ditunjang oleh mayoritas ruang seni yang diselaraskan dengan keasrian dan target daerah perbukitan Bandung— di daerah kota tua Jalan Jendral Sudirman.

Roemah Seni Sarasvati sendiri dalam tahun-tahun terakhir telah mengalami beberapa proses renovasi. Pengunjung akan dihadapkan terlebih dahulu oleh —seperti kebanyakan ruang seni di Bandung— tatanan kedai kopi bernuansa kolonial dengan dekorasi-dekorasi khas bangunan Bandung dari periode dominasi Belanda, baru kemudian dihadapkan oleh ruang Roemah Seni Sarasvati yang dibagi lagi menjadi dua ruang khusus.

Ruang pamer pertama merupakan sebuah ruang persegi panjang dengan dua lemari antik permanen yang ditata di ujung ruangan persegi tersebut, dilengkapi satu buah meja kayu besar yang menjadi pusat atensi ruang tersebut.

Tata kelola ruang seni ini secara fisik nampaknya tidak bisa dilepaskan dari nilai-nilai budaya dan historis yang dipegang erat oleh pengelola Roemah Seni Sarasvati, namun pada akhirnya memang menjadi sebuah hambatan tertentu bila pameran yang diselenggarakan sifatnya kontemporer dan membutuhkan ruang yang lugas dalam membantu proses menyampaikan idea dan kuratorial dari sebuah pameran.

Lanjutan yang menarik dari alur ruang pamer Roemah Seni Sarasvati adalah sebuah jalan kecil yang menghubungkan pengunjung pada ruang pamer nomor dua. Sebuah ruang persegi yang terletak di bagian belakang bangunan Roemah Seni Sarasvati dengan nuansa yang masih mengusung tema ​heritage namun dengan tembok yang lebih bersih dan tatanan yang lebih leluasa bagi tata letak pameran seni rupa kontemporer.

Nampaknya nilai yang kuat diterapkan dalam Roemah Seni Sarasvati —yakni nilai warisan budaya yang dibahas penulis sedari awal tulisan ini— menjadi titik lemah yang menyerang balik Roemah Seni Sarasvati dalam mengembangkan program pameran mereka menjadi lebih ‘ramah’ bagi pameran-pameran seni rupa kontemporer yang membutuhkan ruang negatif yang menunjang keberadaan karya-karya dan proses kuratorial pameran itu sendiri.

Namun dalam lain kata, Roemah Seni Sarasvati berhasil menjadi salah satu ruang seni di Bandung yang sifatnya unik dan berbeda dari ruang seni lain yang mengikuti perkembangan internasionalisasi gaya modern ruang seni Barat.

Pada akhirnya penyesuaian tertentu dibutuhkan dalam proses berpameran di Roemah Seni Sarasvati, namun nilai warisan tersebut mampu pula diproses sebagai ruang tematik yang menarik daya kunjungan wisatawan mau pun warga Bandung. []

* Penulis adalah mahasiswa Seni Rupa ITB program studi Seni Rupa dengan Jalur Pilihan Ilmu-Ilmu Seni dan Estetika. Ketertarikannya pada penulisan mau pun tata kelola dalam medan seni rupa menjadikan penulis seorang individu yang aktif terlibat dalam kegiatan-kegiatan dalam medan seni rupa. Tulisan-tulisannya belum pernah ada yang dipublikasikan sebagai tulisan lepas, dikarenakan itu pula artikel-artikel dalam ​submission bebas dari ​artspace.id menjadi sarana yang begitu menarik bagi penulis untuk memulai eksplorasi dalam menulis mengenai wacana kreatif Indonesia.

Christine Toelle E: ​cghtoelle@gmail.com  IG: @christinegerr

About artspace indonesia

artspace.id adalah kumpulan informasi mengenai dunia seni kontemporer di Indonesia. silakan kirim informasi seni Anda kepada kami : redaksiartspace@gmail.com admin : FRINO BARIARCIANUR | ARGUS

View all posts by artspace indonesia →

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *