Sangkring Art Space : Keindahan Menawan Mata Penulis : Brigitta Adelia Dewandari

Rendahnya minat anak muda terhadap galeri seni membuat saya dan beberapa teman saya prihatin. Sebagai sesama anak muda, tentu memiliki pandangan masing-masing. Namun, bukan itu yang akan kita bahas sekarang.

Pusat perbelanjaan seringkali menjadi tempat yang menarik untuk berlibur di akhir pekan. Namun tidak bagi kami, akhir pekan ini kami telah merencanakan untuk mengunjungi salah satu galeri seni yang letaknya berada di tengah pemukiman warga dan tak jauh dari sekolah kami. Dengan gaya bangunan yang hanya seperti rumah biasa, seringkali tidak menarik perhatian publik terhadap lukisan indah yang terdapat di dalamnya. Bahkan jarang untuk orang awam mengetahui bahwa tempat tersebut adalah sebuah galeri seni yang memiliki keindahan luar biasa.

Sangkring Art Space, sebuah galeri seni yang dikelola oleh seorang seniman Putu Sutawijaya. Diambil dari nama sang leluhur, galeri seni ini sudah berdiri sejak 31 Mei 2007. Pengambilan nama dari sang leluhur sebenarnya memiliki maksud tertentu bagi Putu Sutawijaya.

Ya, nama “Sangkring” diambil dengan pertimbangan bahwa nama itu dapat menjadi semangat untuk mempertautkan diri dengan masa lalu dan motivasi untuk melangkah dalam proses kreatif di dunia seni rupa. Tak ketinggalan, dengan nama itu pula galeri seni ini mampu merangkul semua golongan dan menghargai perbedaan dibawah payung solidaritas tanpa memperdulikan budaya dan ideologi.

Galeri seni ini sebenarnya termasuk jajaran galeri seni yang berkelas di Yogyakarta. Pasalnya pada tahun yang sama dengan peresmiannya, galeri seni ini sudah mampu tercantum namanya dalam sebuah artikel yang terbit pada majalah TIME. Tak jauh berbeda dengan galeri seni lain yang biasa kami kunjungi, galeri seni ini juga sering dijadikan tempat pameran oleh berbagai seniman di Yogyakarta, Indonesia, bahkan mancanegara sekalipun.

Saat pertama kali menginjakkan kaki di Sangkring Art Space, pintu kaca dengan desain kayu berwarna putih telah menyambut kami dengan gagah. Senyum penjaga yang ramah juga menyiratkan tanda sukacita akan kedatangan kami ke tempat tersebut. Tak perlu untuk mengeluarkan uang sepeserpun untuk dapat menikmati keindahan galeri seni ini. Kami hanya diberi tugas untuk mengisi daftar hadir yang kami sendiri tahu bahwa daftar hadir itu menjadi bukti kunjungan pengunjung di tempat ini.

Sepi, kata itulah yang pertama memenuhi benak kami. Ada rasa sedih yang tersirat di balik keleluasaan kami menikmati galeri seni itu. Anak muda rupanya belum bisa menghargai suatu karya seni.

Bahkan banyak yang menganggap sosok seniman terutama pelukis adalah sosok yang tak terawat, identik dengan kaos kedodoran, rambut panjang, dan celana berlubang. Kejadian ini membuat kami berpikir, bagaimana cara seorang anak muda dapat lebih menghargai keindahan suatu seni? Bukan hanya memandang sebelah mata ataupun menganggap lukisan sebagai pajangan dinding yang tanpa makna.

Galeri seni menjadi pelipur dikala penat menghimpit. Melalui pengamatan kami di Sangkring Art Space, tempat ini mampu membuat kami terhibur dengan lukisannya yang menarik dan juga bervariasi, seperti lukisan tiga dimensi dan lain sebagainya.

Tak ketinggalan, karya patung yang turut ditampilakan juga mampu memanjakan mata kami dan membuat kami semakin sadar bahwa seniman itu sosok yang istimewa. Selain itu, sawah yang menghampar terlihat dari lantai dua galeri seni ini mampu memanjakan mata dan memberikan kesegaran bagi tubuh kami. []

 

* Hai semuanya, namaku Brigitta Adelia Dewandari. Aku lahir di Sleman, 2 Mei 2000. Saat ini aku duduk di bangku terakhir di SMA N 1 Kasihan. Jika ingin memberi kritik dan saran bisa menghubungi di line ataupun  instagram dengan id : brigittaadelia.

About artspace indonesia

artspace.id adalah kumpulan informasi mengenai dunia seni kontemporer di Indonesia. silakan kirim informasi seni Anda kepada kami : redaksiartspace@gmail.com admin : FRINO BARIARCIANUR | ARGUS

View all posts by artspace indonesia →

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *