Menjelajahi Semarang Contemporary Art Gallery Penulis : Zulfiani Zulkarnaini

Seperti halnya kota tua Jakarta, Kota Tua Semarang pun menghadirkan beberapa tempat karya seni, dan salah satunya adalah Semarang Contemporary Art Gallery.

Lokasi ini pada awalnya adalah sebuah tempat tinggal seorang Pastur L Prinsen dan tempat beribadah umat Katolik. Lalu bangunan ini diruntuhkan dan dibangun gedung baru pada tahun 1918. Gedung ini berkali-kali dijadikan tempat usaha.

Pertama adalah perusahaan asuransi, lalu pernah disewakan sebagai gudang, dealer motor dan kantor Perusahaan Besar Farmasi Tempo. Terakhir pabrik sirup Fresh mengunakannya sampai tahun 1998. Tahun 2007, Chris Dharmawan melakukan konservasi dan tahun 2008 dipergunakan sebagai Semarang Art Gallery. Sejarah bangunan ini secara lengkap bisa kita baca saat masuk karena tertulis dan terpajang di dalam galeri .

Biaya masuk ke galeri ini terhitung murah. Cukup hanya merogoh kocek sebesar Rp. 10.000,-. Saat memasuki galeri ini kita akan disuguhkan oleh foto-foto sebelum bangunan ini dibangun menjadi Gallery yang modern minimalis seperti sekarang.

Galeri ini terdiri atas 2 lantai. Dilantai satu kita bisa menikmati beberapa lukisan dan patung. Salah satu patung yang menarik perhatian saya adalah patung sapi ini. Di badan patung sapi ini tergambar peta Indonesia. Sejujurnya saya sangat awam dengan seni. Namun saya beranggapan bahwa patung ini memiliki makna yang sangat dalam dan ingin disampaikan kepada para pengunjung bahkan khalayak banyak. Mungkin maksudnya adalah bahwa Indonesia jangan menjadi sapi perah yang segala sumber daya alamnya di eksploitasi. Patung-patung lainnya pun seperti memiliki sejuta makna. Silahkan Anda menafsirkannya sendiri 🙂

Jika kita mengarah ke bagian samping, keluar dari bangunan, kita akan disuguhkan dengan patung yang instagrammable. Mengapa disebut instagrammable? Karena banyak sekali pengunjung yang berfoto  disini. Namun, berdasarkan info yang saya peroleh patung ini juga terdapat di Galeri Nasional Jakarta.

Di lantai 2 terdiri dari banyak lukisan. Bagi yang suka menambil beberapa gambar tempat ini sangat fotogenic. Menurut petugas gallery, karya yang dipamerkan akan selalu berganti-ganti. Jadi jika kita kembali ke galeri beberapa bulan kemudian kita tidak akan disuguhkan karya seni yang sama.

Penataan yang modern minimalis membuat saya jatuh cinta terhadap gallery seni. Meski tak terlalu mengerti seni, namun karya-karya indah dan penuh makna ini patut diancungi jempol. Biaya yang murah, tempat yang strategis, serta mengandung unsur seni, budaya dan pendidikan.

Semarang Contemporary Art Gallery patut dijadikan salah satu tempat yang banyak orang harus kunjungi. Dari anak-anak hingga dewasa, dari warga lokal hingga mancanegara. []

* Penulis dapat dijumpai di media sosial instagram : zulfianizulkarnaini

About artspace indonesia

artspace.id adalah kumpulan informasi mengenai dunia seni kontemporer di Indonesia. silakan kirim informasi seni Anda kepada kami : redaksiartspace@gmail.com admin : FRINO BARIARCIANUR | ARGUS

View all posts by artspace indonesia →

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *