Menjelajahi Seni Antik di Bumi Tadulako Penulis : Ahyarudin

“Bumi Tadulako”  itulah julukan untuk kota Palu.  Seiring berjalannya waktu, kini Ibukota di Sulawesi Tengah tersebut kian semakin berbenah.

Lukisan keseharian Suku Kaili.

“Mutiara di Khatulistiwa” memang pantas jika kota tersebut diberi julukan langsung oleh presiden Soekarno saat beliau pertama kali mengunjungi kota Palu. Pesona alam dan kekayaan budaya disana sangat beragam, tak heran jika kesenian mulai dari jenis pakaian, alat seni tradisional dan hal yang berbau seni lainnya, masih tercium di Bumi Tadulako.

“Tujuan seni adalah untuk mewakili bukan penampilan luar dari hal hal, tapi makna batin mereka.” Aristoteles.

Makna batin itulah yang saya rasakan ketika menguak dan menelusuri pameran di museum Sulawesi Tengah.  Tanggal 25-29 September 2017 lalu, saya bersama rekan saya diutus untuk mewakili Provinsi Lampung dalam acara Teknologi Tepat Guna ke-19 di Palu Sulawesi Tengah.

Ukiran mata pencaharian etnis Sulawesi tengah.

Selain sebagai ajang silaturahmi dan kontribusi terhadap peningkatan produktivitas teknologi bagi peserta dari penjuru Indonesia, kegiatan itu juga tentu jadi pengalaman berharga bagi saya dalam menguak lebih dalam destinasi wisata yang salah satunya ialah Museum Sulawesi Tengah yang kayak akan unsur seni dan budaya.

Hanya dengan membayar Rp. 7000, kita sudah puas menelusuri berbagai ruangan di museum tersebut.  Nyaman rasanya ketika memasuki ruangan disana,

Bagaimana tidak, ruangannya besar, sejuk, indah serta pemandu yang ramah, semakin membuat saya betah berada didalamnya.

Ketika memasuki Ruang etnik (Ethnic Room), dipintu pertama kita akan disuguhkan oleh ukiran seni yang menggambarkan kehidupan masyarakat di Sulawesi Tengah. Ukiran tersebut semakin membuat saya penasaran akan seni.  Di ukiran tersebut digambarkan bahwa keseharian suku etnis disana ialah meramu sagu dan enau, berburu, bercocok tanam, serta menangkap ikan air tawar.

Ruangan ini juga menggambarkan keragaman budaya dan sistem kekerabatan yang begitu jelas, tercermin dari banyaknya bentuk dan model pakaian tradisional  dengan tenunan asli dan rumbai-rumbai seni yang biasa digunakan kelompok etnis Sulawesi Tengah seperti: Suku Kaili, Suku Pamona, Suku Tomini, Suku Kulawe dan suku-suku lainnya.

Namun menurut pandu wisata yang menceritakan mengenai suku tersebut, hanya tinggal beberapa suku saja yang kain tenunnya masih digunakan untuk upacara adat, salah satunya suku Kaili.

Pakaian adat Sulawesi Tengah.

Selain Ruangan etnik, di museum itu juga terdapat ruang peralatan dapur dan peralatan seni (Kitchen and Art Equipment Room).

Ruangan tersebut memamerkan produktivitas peralatan dapur yang lazim digunakan kelompok etnis Sulawesi Tengah, serta peralatan seni seperti alat musik, ukiran, lukisan serta patung yang digunakan sebagai upacara adat.

Di sana juga terdapat lima koleksi unggulan, seperti kain tenun Donggala, Pakaian kulit kayu, Patung Palindo yang menggambarkan nenek moyang masyarakat Lembah Bada, patung kepala kerbau yang terbuat dari perunggu, serta fosil rahang gajah purba (Stegodon) yang diperkirakan berumur 1,9 juta tahun.

Setelah berkunjung di museum tersebut, menyadarkan saya bahwa secara kompetitif begitu banyak mutu kesenian yang terlahir di Indonesia.  Hal tersebut menambah pengetahuan saya, bahwa selain kain  tapis dan tarian khas di daerah kelahiran saya, ternyata masih banyak seni-seni di Indonesia yang patut kita syukuri dan kita jaga, dan diharapkan galeri seni tersebut dapat terus berkontribusi dalam mengembangkan sektor seni dan kebudayaan di Indonesia.[]

 

* Penulis adalah siswa SMAN 1 Punduh Pedada, Lampung kelahiran, Kampung Baru, 28 Desember 199. Dapat ditemui di media sosial Instagram: @ahyar_1 | Facebook: Ahyar

About artspace indonesia

artspace.id adalah kumpulan informasi mengenai dunia seni kontemporer di Indonesia. silakan kirim informasi seni Anda kepada kami : redaksiartspace@gmail.com admin : FRINO BARIARCIANUR | ARGUS

View all posts by artspace indonesia →

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *