Orasis Art Gallery Penulis : Nurul Fadilah

Pertama mendengar namanya, aku merasa ini galeri seni standar yang pamerannya biasa aja. Toh, namanya juga tidak terkenal. Aku malas untuk datang saat mamaku mengajak ke Orasis Art Gallery.

Namun, jangan salah, Mamaku bukanlah orang yang pantang menyerah. Sekalipun hujan badai kalau sudah ia sekapati sebagai jadwal, pasti berangkat.

Pertama masuk lobby, aku sama seperii pemikiran awal, hanya galeri biasa.

Setelah di lantai satu, mataku terkagum-kagum dengan lukisan yang disuguhkan. Aku pernah melihat lukisan sebagus ini saat di Galeri Nasional Indonesia, Jakarta. Namun, sungguh, ini lebih bagus.

Karya seni kontemporernya juga memanjakan mata. Setelah selidik demi selidik, ternyata karya lukisan ini adalah hasil tugas akhir Mahasiswa Fakultas Seni Universitas Negeri Surabaya.

Aku sangat tertarik dengan lukisan anatomi ikan, namun ini juga menjelaskan arti hidup bagiku. Menurutku gambar ini mengisahkan kehancuran. Kehancuran yang bisa saja diserang oleh orang di sekitar kita.

Mamaku lebih menyukai lukisan rakyat. Kata mama, lukisan rakyat itu selalu menarik, selalu memiliki nilai seni tinggi dari setiap polesannya yang bercerita. Memang sih jika kita perhatikan detailnya pasti ada pesan yang tersirat.

Orasis Art Gallery memiliki banyak kegiatan seperti pameran-pameran seni rupa, work shop, bedah buku kesenian, talk show kesenian, dll. Dalam satu tahun bisa mengadakan empat kali pameran, baik pameranyang bersifat program galeri maupun pameran yang bersifat non program galeri. Koleksinyapun banyak sekali seperti lukisan, patung, buku-buku seni, perabot antik, dan kaos event.

Disini juga ada ruang perpustakaan buku-buku sastra. Sangat cocok bagi yang ingin mendalami seni. Bukunya juga dapat dibeli dengan harga terjangkau. Hebatnya, disini juga ada tempat bagi yang minat kursus melukis. Keren, bukan?

Orasis dalam bahasa yunani berarti “melihat lebih dalam” tidak sekedar melihat dari penampilan luarnya saja. “Ke-dalam-an” diartikan sebagai mau belajar, mau mengerti, mau mendengar yang pada akhirnya menuju sifat kearifan sikap. []

 

* Penulis tinggal di Surabaya dapat ditemui di media sosial twitter: dylaadylaa

About artspace indonesia

artspace.id adalah kumpulan informasi mengenai dunia seni kontemporer di Indonesia. silakan kirim informasi seni Anda kepada kami : redaksiartspace@gmail.com admin : FRINO BARIARCIANUR | ARGUS

View all posts by artspace indonesia →

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *