Galeri Teras Eyang Mien Brodjo Penulis : Nanda Patricia Lumban Gaol

Eyang Mien Brodjo, merupakan seorang aktris senior yang juga merupakan mantan atlit dan juga seorang yang senang melukis. Garis kuas yang indah dengan permainan warna membuahkan karya-karya yang dipamerkannya di depan rumah eyang yaitu, sebuah galeri kecil nan sederhana di teras rumah berwarna putih dan hijau turquoise.

Eyang Mien Brodjo

Suasana galeri kecil nan sederhana ini teduh dengan pepohonan dan tanaman hias. Di depan teras rumah, sebelum masuk, ada sebuah warung kecil milik anak eyang, yang ramai diduduki oleh kaum pria. Pas sekali di depan rumah eyang ada toko penjual batik yang sepertinya lumayan terkenal di Kota Jogja. Namun sayang, kebanyakan hanya duduk menikmati kopi tanpa memperhatikan galeri kecil Eyang Mien.

Kedatangan kami disambut hangat oleh Eyang Mien setelah Eyang menjemur baju sendiri karena kebetulan asisten rumah tangganya sedang pulang kampung.

Terpajang juga foto-foto hitam putih Eyang yang diberdirikan di atas kursi kayu di mana kami duduk bersama. Dengan bangga Eyang menceritakan masa-masa kejayaannya dalam dunia perfilman memegang piala bergengsi, Piala Festival Film Asia Afrika, serta pengalaman-pengalaman menyenangkan dan lucu sebagaimana Eyang menceritakan pengalamannya kepada cucunya sendiri.

Mengetahui bahwa saya juga senang dengan gambar-menggambar, Eyang Mien juga memberikan motivasi untuk menekuni hobi tersebut. Katanya, “Kita tidak tahu kemana lukisan dan melukis akan membawa kita ke depannya.”

Kami pun dikenalkan oleh anak pertama eyang beserta teman keluarga Eyang Mien. Tidak hanya mengurusi warung kecil di depan rumah, talenta eyang ternyata juga turun kepada anak pertama eyang yang juga pandai melukis.

Kebetulan kami melihat lukisan hampir jadi yang sudah menjadi pesanan dari Jakarta. Kami juga bercakap dengan teman yang sudah menjadi anak sendiri oleh eyang, di mana kami baru-baru ini mengetahui bahwa perempuan pada bundaran HI, yakni Patung Selamat Datang yang banyak dilalui kemacetan Jakarta, memakai sepatu kets. Figur perempuan tersebut merupakan ibu dari teman keluarga Eyang Mien.

Lukisan-lukisan yang dipamerkan oleh eyang merupakan arti keindahan menurut pandangan Eyang Mien. Keindahan tersebut adalah berbagai macam bunga dengan warna-warna terang dan menarik, pemandangan, dan penari gadis Bali.

Tak lupa Eyang Mien menitipkan amanah untuk mengirimkan kartu pos bergambar gadis penari Bali karena mengetahui saya ternyata tinggal di pulau para dewa-dewa. Karya-karya yang dipajang tidak hanya dibuahkan oleh Eyang Mien. Eyang juga memajang karya gambar hasil anaknya dan saudaranya. Tidak salah lagi untuk mengira bahwa darah seni dalam keluarga Eyang Mien memang tidak sedikit.

Pengalaman ini berbeda dengan mengunjungi galeri seni di mana pengunjung menikmati karya seni dengan satu arah, namun adanya interaksi dengan Eyang Mien memberikan pengalaman menikmati karya seni yang sangat unik dan tak terlupakan.

Tidak hanya menikmati karya-karya Eyang Mien, kami pun dapat menjalin tali persahabatan dan kekeluargaan yang tidak diharapkan untuk terputus. Kami pun memutuskan untuk datang kembali mengunjungi Eyang Mien dan keluarga saat kami berkunjung kembali ke Jogjakarta. []

 

* Penulis tinggal di Jimbaran Bali, dapat ditemui di media sosial Instagram : @nnpatricia | Facebook: Nanda Patricia

About artspace indonesia

artspace.id adalah kumpulan informasi mengenai dunia seni kontemporer di Indonesia. silakan kirim informasi seni Anda kepada kami : redaksiartspace@gmail.com admin : FRINO BARIARCIANUR | ARGUS

View all posts by artspace indonesia →

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *