Galeri Wayang, Ikon Unik Kota Purwarkarta Penulis : Rosa Rosdiani Sari

Jika anda berkunjung ke Purwakarta pasti anda sering melihat berbagai ikon menarik sepeti teko raksasa, guci raksasa, atau wayang. Karya seni patung berkarakter wayang menghiasi setiap sudut kota Purwakarta. Tak hanya menarik wisatawan tetapi juga menjadi ikon baru kabupaten yang membangun infrastruktur berbasis kultur daerah.

Di Purwakarta ada salah satu tempat yang wajib anda kunjungi yaitu Galeri Wayang. Lokasi Galeri Wayang ini yaitu di Komplek Pemerintah Daerah Kabupaten Purwakarta. Adapun tata tertib masuk ke Galeri ini yaitu menyimpan barang bawaan kecuali barang berharga.

Di dalam Galeri Wayang ini terdapat banyak koleksi wayang yang mencapai ratusan. Mulai dari wayang golek, wayang kulit, topeng yang digunakan untuk wayang orang, gunungan, dan masih banyak lagi.

Disini juga ada wayang suket yang terbuat dari rumput yang dianyam. Wayang suket ini merupakan wayang yang belum ada pengrajin penerusnya dikarenakan pembuatannya yang sulit. Jika dipegang wayang suket ini seperti tikar.

Adapun dalam Galeri Wayang ini yaitu wayang Bima yang berasal dari berbagai daerah dan salah satunya ada yang sering dipakai oleh maestro wayang golek Indonesia yaitu Asep Sunandar Sunarya. Ciri-ciri wayang Bima adalah  memiliki kuku pancaraka dan memakai kalung yang berbentuk naga.

Di Galeri Wayang ini memang terdapat banyak koleksi wayang, akan tetapi ada wayang yang belum dimiliki oleh galeri ini yaitu wayang bambu.

Selain koleksi wayang disini juga terdapat pembuatan wayang, suling dan keramik khas Plered. Anda bisa melihat langsung cara pembuatannya dan jika ada yang kurang mengerti bisa ditanyakan pada setiap pengrajinnya.

Selain wayang, di sini juga terdapat dinding relief, lukisan kaca dan pohon hayat. Dinding relief merupakan kerajinan dari Bandung  2 dimensi yang dilukis dengan pensil dan jika semakin ke kanan bentuknya semakin berubah menjadi 3 dimensi. Relief ini menceritakan tentang kisah Mahabharata.

Ada yang unik di galeri ini yaitu lukisan kaca yang berasal dari Cirebon. Lukisan kaca ini dilukis dari belakang dengan cara terbalik. Lukisan kaca ini menceritakan tentang kisah Ramayana.

Yang terakhir ada pohon hayat yang berasal dari Bandung. Pohon ini berbentuk tabung dengan 70 topeng berkarakter yang menonjol disekelilingnya. Tujuh puluh topeng ini disusun berdasarkan kasta. Semakin tinggi letak topeng semakin tinggi kastanya, sebaliknya semakin rendah letaknya semakin rendah kastanya.

Wayang merupakan salah satu warisan budaya dari para leluhur sebagai wujud kecintaan terhadap bangsa. Maka dari itu kita sebagai generasi millenial wajib menjaga dan melestarikannya. []

 

* Penulis adalah pelajar Purwakarta dari SMA NEGERI 1 CAMPAKA PURWAKARTA. Hobinya menulis dan menggambar. Dapat ditemui di media social instagram: @rosarosdianisari | facebook: Rosa Rosdiani Sari

About artspace indonesia

artspace.id adalah kumpulan informasi mengenai dunia seni kontemporer di Indonesia. silakan kirim informasi seni Anda kepada kami : redaksiartspace@gmail.com admin : FRINO BARIARCIANUR | ARGUS

View all posts by artspace indonesia →

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *