GLITCH di Sekitar Kita Penulis : Rizkiana Zahra

Saya bertamu pada salah satu pameran yang dilakukan oleh sebuah komunitas yaitu Pohon Pensil, dimana di dalamnya terdapat mahasiswa dan mahasiswi dari Jurusan Seni Rupa Universitas Pendidikan Indonesia.

Daring Society karya Azis Teja

Pameran tersebut bernama Simulakrum 3, pameran ini diadakan di The Space Art Gallery The Parlor yang diadakan pada bulan Februari 2017. Bukan hanya pameran saja, acara Simulakrum 3 ini pun mengadakan kegiatan lain yaitu workshop, terdapat Collage workshop, Sticker Drawing, dan Lettering .

Banyak sekali yang dipamerkan di dalamnya, lukisan, fotografi, pahatan dan karya seni lainnya.

Salah satu karya yang menurut saya unik adalah karya dari salah satu seniman bernama Azis Teja, dimana dia memamerkan sebuah karya berupa gambar glitch.

Seniman satu ini selalu membuat karya-karya yang menarik dan membuat orang berpikir beberapa kali, tapi jika dikaji lebih lanjut, impresi dalam karya nya begitu dalam, peka terhadap masalah-masalah sekitar bahkan yang dipandang remeh oleh beberapa orang.

Seperti karyanya di atas yang bernama Daring Society, dimana seorang Azis Teja menumpahkan segala kekhawatirannya pada gambar-gambar yang dibuat ‘rusak’.

Terdapat tiga partial yang menggambarkan adanya strata dalam gambar tersebut, semakin ke bawah glitch pada gambar tersebut semakin banyak sehingga membuat gambar semakin tidak jelas.

Begitulah adanya kehidupan yang terasa saat ini, dimana kemewahan dan kecanggihan teknologi sudah semakin merebak dikalangan manapun, dan semua sudah tenggelam bahkan nyaman dengan sistem yang sudah dipercantik dan memanjakan banyak orang padahal sangat berbahaya.

Sejumlah karya seniman dalam pameran Simulacrum 3 di The Space Art Gallery The Parlor

Masyarakat yang belum paham memaksakan diri untuk paham, sekalinya ada kesalahan teknologi dan sistemlah yang disalahkan, padahal manusia itu sendiri yang maruk, tidak tahu porsi, tidak mau belajar, mengeruk saja kenyamanan yang ada tanpa batas sambil lalu.

Begitu mengkhawatirkan masyarakat disekitar kita. Kerusakan-kerusakan inilah yang dicurahkan oleh Azis Teja dengan glitch, semakin ke bawah semakin parah kerusakan yang terjadi pada masyarakat. Semoga kita bukan seperti itu, bukan salah satu dari masyarakat dalam partial glitch  yang runyam dan berbahaya.

Teknologi itu baik, niatnya memang untuk kemudahan, tapi bukan berarti memanjakan dan diperlakukan tanpa tanggung jawab. Mudah bukan berarti instan, tetap perlu ada aturan, pengawasan, agar sistem tidak menjadi error. []

 

* Penulis dapat dijumpai di media sosial iInstagram: @zahrarizki | Facebook: Rizkiana Zahra

About artspace indonesia

artspace.id adalah kumpulan informasi mengenai dunia seni kontemporer di Indonesia. silakan kirim informasi seni Anda kepada kami : redaksiartspace@gmail.com admin : FRINO BARIARCIANUR | ARGUS

View all posts by artspace indonesia →

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *