Padepokan Seni Bagong Kussudiardja Penulis : Muhammad Fauzan Sulaeman

Sabtu,19 Agustus 2017. Pagi yang cerah telah cukup untuk mengawali hari yang indah, berangkat sekolah pun kian semangat sehingga mengantarkan ku ke padepokan seni milik Bagong Kussudiardja yogyakarta. Kebetulan hari ini ada pameran khusus yang di adakan di padepokan itu, dengan judul “Dialog Dalam Celah”. Apaa..Dialog Dalam Celah..?  apa itu..? entah lah apapun itu kelihatan nya menarik..

Setelah itu saya memutuskan untuk mengikutinya. Datang di pameran itu membuatku terheran. Apa siih dialog dalam celah tersebut  sehingga menjadi tema dalam seni.

Sebelum terjawab itu semua,saya  disuruh mengikuti rangkaian acara terlebih dahulu. Yang dibuka oleh kakak-kakak yang ada di padepokan itu. Dengan bermain logika, bercerita masa lalu, bahkan bercerita masa depan.  Itu semua tak luput untuk mengenalkan saya terhadap seni seni yang menarik.

Setelah pengenalan tentang padepokan milik Bagong Kussudiardja, kemudian pembukaan ruang pameran seni dialog dalam celah, kami dipersilakan melihat lihat karya seni.

Di dalamnya terdapat patung manusia yang sedang menunjuk dengan jari telunjuknya ke arah bangku tua dan foto-foto kusam yang berada di atasnya. Kemudian di samping foto-foto yang disusun tingkat, terdapat permainan ular tangga yang di dalamnya tertulis keinginan-keinginan manusia, harapan-harapan manusia dan kedhaliman manusia.

Secara nalar sulit untuk dipahami apa maksud tujuan semua itu, apa sih arti dari dialog dalam celah tersebut..?

Yah menurut saya sendiri setelah melihat karya seni karya seni tersebut yakni mungkin lebih mengartikan lintas generasi antar generasi sebelumnya dengan sekarang. Supaya merujuk pada situasi saat dua kelompok usai melihat dunia melalui perspektif yang berbeda sama sekali.

Perbedaan yang ditunjukan dengan bahasa, penampilan, teknologi serta nilai nilai hidup. Perkembangan zaman serta teknologi pun dapat menjadi salah satu faktor sehingga celah antar generasi pun kian cepat berubah drastis. Menurut pandangan saya kurang lebih seperti itu.

Secara keseluruhan karya seni tersebut tidak hanya memberikan nilai adat budaya. Akan tetapi mampu memberikan suatu perasaan yang mendalam. Karna seni itu mencakup semua benda yang dapat di buat serta dimanfaaatkan sehingga menjadikannya indah dan bermakna. []

 

* Penulis kelahiran Subang, 26-juli-2001 tinggal di Yogyakarta dapat dijumpai di media sosial instagram: @_ashulaemani

About artspace indonesia

artspace.id adalah kumpulan informasi mengenai dunia seni kontemporer di Indonesia. silakan kirim informasi seni Anda kepada kami : redaksiartspace@gmail.com admin : FRINO BARIARCIANUR | ARGUS

View all posts by artspace indonesia →

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *