Pameran Guyup Rupa “Humandroid” Penulis : Syaufika Salsabilla

Hai guys.. Pernahkan kalian mengunjungi pameran atau galeri seni ? Menyenangkan bukan ?

Saya pribadi mulai suka mengunjungi pameran- pameran seni rupa ketika masih SMP, saya ingat sekali pengalaman saya itu ketika mengunjungi pameran seni lukis di gedung Eka Kapti di kabupaten Ngawi Jawa Timur .

Waktu itu sepulang sekolah masih pakai seragam drill datang ke sana bersama ibu yang kebetulan juga sangat tertarik dengan event yang diadakan oleh Pemkot Ngawi itu. Menurut saya menikmati karya seni orang lain itu sangatlah menarik, apalagi ketika bertemu karya lukis abstrak . Pikiran saya menjadi tertantang dan menerka- nerka apa maksud dari pelukis itu.

Kali ini saya ingin share pengalaman saya mengunjungi salah satu event pameran galeri seni rupa yang keren abis di Universitas tercinta, Universitas Negeri Semarang. Pameran tersebut terkenal dengan nama Pameran Guyub Rupa.

Guyub Rupa sendiri  merupakan sebuah event pameran seni tingkat mahasiswa yang dipelopori oleh mahasiswa Seni Rupa Universitas Negeri Semarang. Pada bulan Oktober 2017 kemarin merupakan Pameran Guyub Rupa ke-7.

Pameran dilaksanakan di gedung Auditorium Universitas Negeri Semarang. Untuk biaya masuk nya tidak ada alias free HTM. Kita hanya perlu mengisi buku tamu dan nanti akan diberi stiker keren yang bertuliskan tema dari acara tersebut.

Tema yang diangkat pada pameran tahun lalu yakni “HUMANDROID”.  Lalu apa itu “HUMANDROID” ?

Menurut Artikel yang saya baca dari blog resmi Guyub Rupa Universitas Negeri Semarang, Humandroid adalah suatu keadaan dimana manusia diperdaya oleh suatu sistem atau aturan-aturan yang membuat manusia dibatasi.

Dari tema “HUMANDROID” diharapkan akan menginspirasi tiap-tiap individu yang terlibat dalam pameran ini untuk merespon dan mengkritisi suatu keadaan tersebut, dan diwujudkan dalam bentuk karya seni rupa dua dimensi maupun tiga dimensi.

Awalnya saya berfikir bahwa karya yang ditampilkan disana seluruhnya yang dipajang disana merupakan karya Mahasiswa seni rupa Unnes sendiri . Namun ternyata  karya – karya yang dipajang disana merupakan karya Seni Rupa Terbaik dari Mahasiswa Se-Jawa Bali.

Banyak pengunjung yang datang pada pameran tersebut untuk menikmati setiap Mahakarya yang dipajang disana, membaca tiap- tiap deskripsi yang disediakan guna memahami makna dari tiap karya .

Tidak ketinggalan juga untuk mengabadikan moment dengan memotret karya lukisan- lukisan yang indah serta berpose di depannya. Seluruh panitia pun dengan ramah menyapa para pengunjung yang datang dan kerap memberikan peringatan kepada pengunjung yang terlalu dekat bahkan menyentuh karya seni yang dipamerkan . Demi menjaga lukisan agar tidak rusak. []

* Penulis adalah mahasiswa kelahiran Ngawi, 3 Juni 1997, dapat dijumpai di media sosial instagram: syaufikasalsabii_ | Facebook : syaufika salsabilla

 

About artspace indonesia

artspace.id adalah kumpulan informasi mengenai dunia seni kontemporer di Indonesia. silakan kirim informasi seni Anda kepada kami : redaksiartspace@gmail.com admin : FRINO BARIARCIANUR | ARGUS

View all posts by artspace indonesia →

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *