Pertunjukan Wayang Golek yang akan Selalu Melek Penulis : Dwi Masyuni Ningsih

Galeri wayang golek memiliki salah satu fungsi sebagai ruang pendidikan bagi masyarakat. Bertujuan tidak hanya sebagai ajang untuk memperkenalkan kepada generasi muda terkait seni budaya tradisional dalam bentuk teater rakyat tapi juga sebagi pesan moral secara tersirat dalam tiap pertunjukannya.

Dalam falsafahnya wayang golek tidak hanya sekedar tontonan juga tuntunan, memang awalnya berisi guyonan tapi berisi makna seperti sindir, silip, siloka, sasmita juga symbol.

Sebagai produk seni berbentuk wujud (benda), cerita maupun yang terintegrasi sebagai karya pementasan. Semuanya indah, unik dan adi cipta.

Hal ini yang saya rasakan saat menyaksikan untuk pertama kalinya galeri wayang golek,  memang tidak mudah  memahami alur pertunjukannya. Terlebih saya tidak pernah menyaksikan pertunjukan seni wayang golek.

Saat saya menyaksikan secara langsung pertunjukan wayang golek saya jadi mengerti mengapa wayang itu identik dengan kata bayang karena pada saat pertunjukan yang menggunakan layar akan muncul bayangan-bayangan.

Kata golek pun akhirnya saya tahu ketika melihat cepot sebagai salah satu aktor di wayang golek yang memiliki arti boneka kayu. Boneka kayu yang sangat besar hingga saya tidak kuasa untuk tidak berpotret bersama cepot.

Cepot merupakan salah satu karakter  favorit Wayang Golek dalam wayang Sunda di samping Dawala dan Gareng yang tidak ada di Mahabarata juga Ramayana. Adalah tugas kita bersama menjaga warisan budaya yang telah ditetapkan oleh UNESCO.

Tidak hanya para seniman atau creator yang berada di ranah perwayangan, tapi juga masyarakat Indonesia ada kiranya khasanah pertunjukan wayang dapat terus mendapat tempatnya dan tidak tergerus oleh waktu dan zaman. []

 

* Penulis kuliah jurusan ilmku hokum UIN Suska Riau dapat dijumpai di media sosial FB (Dwi Masyuni Ningsih), Instagram (@dwimasyuni)

About artspace indonesia

artspace.id adalah kumpulan informasi mengenai dunia seni kontemporer di Indonesia. silakan kirim informasi seni Anda kepada kami : redaksiartspace@gmail.com admin : FRINO BARIARCIANUR | ARGUS

View all posts by artspace indonesia →

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *