Satu Hari untuk Melihat Banyak Koleksi Penulis : Sofi Septiani

Galeri Nasional Indonesia, yang biasa disingkat GNI atau disebut oleh banyak orang (terutama kalangan pemuda) dengan Galnas, menjadi salah satu galeri seni yang paling dikenal orang.

Mural di sisi belakang Galnas

Pada akhir tahun 2017 lalu, tepatnya tanggal 31 Desember 2017, saya bersama sahabat mengunjungi Galnas untuk kedua kalinya. Galnas dapat kita kunjungi pada hari Selasa-Minggu (Senin dan hari libur nasional tutup) dengan jam berkunjung mulai pukul 09.00-16.00 WIB.

Kebetulan pada saat itu sedang diadakan pameran temporer yaitu Pameran Tunggal Bunawijaya dengan tema “Menghadapi Stigma Mooi Indie”. Pameran ini berlangsung pada tanggal 19 Desember – 5 Januari 2018 dan terletak di Gedung A Galeri Nasional Indonesia.

Sebelum memasuki gedung, kami wajib mengisi form kunjungan dan menitip barang-barang pada loker yang sudah disediakan. Terdapat beberapa peraturan yang harus ditaati, misalnya dilarang menyalakan flash ketika akan mengambil gambar, dan dilarang menyentuh karya seni.

Pameran Temporer: Pameran Tunggal Bunawijaya

Setibanya di Galnas saya langsung menuju Pameran Tunggal Bunawijaya. Sebenarnya saya bukanlah orang yang mengerti seni terutama seni rupa. Saya hanya seorang awam yang ingin menikmati indahnya karya seni yang telah dibuat. Oleh karena itu, saya tidak terlalu mengerti tentang makna dari tema pameran tersebut. Dalam pameran tersebut, terdapat banyak karya seni dengan berbagai bentuk.

Seluruh karya seni pada Pameran Tunggal Bunawijaya menggambarkan tentang alam. Mulai dari laut, pegunungan, langit, sampai bulan yang dibuat dalam bentuk lukisan, karya seni timbul (saya tidak tahu disebut apa), patung, sampai yang paling membuat saya takjub adalah karya pada gambar di bawah ini.

Pameran Tunggal BunawijayaKarya tersebut menunjukkan gulungan ombak yang menerjang sebuah gundukan pasir dan diambil 360°, dengan latar waktu mulai dari fajar sampai senja dan kemudian gelap. Ketika melihatnya dari atas, karya tersebut seakan terlihat nyata dan itulah yang membuat saya takjub.

Kesalahan saya pada waktu itu adalah lupa untuk melihat keterangan mengenai koleksi yang ditampilkan dalam pameran tersebut. Padahal, banyak wawasan baru yang akan didapat apabila saya melihat keterangan yang tercantum di sebelahnya.

Untuk kalian yang akan ke galeri seni, jangan lupa ya untuk selalu melihat keterangan pada setiap koleksi yang ada. Selain bisa menikmati indahnya suatu karya, kita juga dapat menambah wawasan mengenai dunia seni.

Pameran Tetap

Setelah melihat pameran temporer, saya menuju ke Gedung B untuk melihat pameran tetap yang ada di Galnas. Dalam pameran tetap terdapat 109 koleksi dalam berbagai bentuk, terbagi menjadi dua bagian besar yang terletak di sebelah kanan dan kiri gedung.

Secara keseluruhan, pameran tetap terbagi menjadi 11 ruangan yang menampilkan periodisasi perjalanan seni rupa di Indonesia oleh para perupa seni.

Selain karya seni yang terdapat di dalam gedung, ada pula karya dalam bentuk mural di sisi belakang Galnas. Mural tersebut berbeda-beda setiap kali saya mengunjungi Galnas.

Mengunjungi galeri seni dapat memberi banyak manfaat. Selain wawasan, karya-karya tersebut sangat aesthetic apabila diunggah ke media sosial. Untuk kalian yang mencari tempat instagramable, galeri seni menjadi salah satu list yang wajib dikunjungi. []

 

* Penulis biasa dipanggil Sofi adalah seorang mahasiswi semester 6 jurusan Ilmu Ekonomi di Universitas Padjadjaran. Sofi merupakan anak pertama dari 3 bersaudara. Pada tahun 2014, ketika masih duduk di bangku SMK, Sofi pernah menjadi Koordinator Editor dalam ekstrakulikuler Jurnalistik SMKN 13 Jakarta. Serta berkontribusi dalam pembuatan Kertas Magazine(majalah sekolah) selama 3 periode berturut-turut. Sofi juga pernah menjadi peserta lomba Mading tingkat walikota Jakarta Barat mewakili sekolahnya.

Sejak awal menjadi mahasiswi, Sofi aktif mengikuti beberapa organisasi dan kepanitiaan di kampusnya. Sofi pernah menjadi Staff Terbaik Pena Bangsa 2016. Baru-baru ini Sofi juga memenangkan lomba Economics Essay Challenge yang diadakan oleh BEM Kema FEB Unpad. Saat ini, Sofi hanya fokus pada kuliahnya dan tidak mengikuti organisasi apapun.

Penulis dapat dijumpai di media sosial instagram: @sofiseptiani | Twitter: @sofi_septiani | Facebook: facebook.com/sofi.tiani serta youandblue.blogspot.com

 

About artspace indonesia

artspace.id adalah kumpulan informasi mengenai dunia seni kontemporer di Indonesia. silakan kirim informasi seni Anda kepada kami : redaksiartspace@gmail.com admin : FRINO BARIARCIANUR | ARGUS

View all posts by artspace indonesia →

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *