Bhinneka Tunggal Ika di TBY Penulis : Feri Taufik

Aku gembira lantaran dapat panggilan dari Bapak Drs. Totok Sudarwoto ketua Lembaga Kebudayaan Nasional Pusat. Pagi tepat pukul 07.13 WIB, ponselku bordering. Seperti hari biasa, ada mama yang jauh di kampung selalu mengingatkan bangun pagi.

Namun kali ini berbeda, Hpku berdering dari nomor tak ada namanya. Siapa gerangan sepagi ini sudah menyempatkan waktu menggaduhkan suasana? Aku saja masih terpangku diatas ranjang. Panggilan pertama coba kuabaikan, paling cuma nomor nyasar.

Tak ada gunanya aku mengangkat, paling nanti mengakhiri dengan “maaf salah sambung”. Sela semenit lebih beberapa detik, hpku berbunyi lagi.

Dan kali ini, mau tidak mau aku harus mengangkatnya. Barangkali ada hal penting dari seseorang entah itu siapa.

“Halo, siapa?” Nadaku datar tanpa memberi noktah gelombang suara.
“Apakah benar ini dengan Mas themo?”
“Iya benar, ini siapa ya?” Jiwaku seketika bangkit mencoba menanyakan lagi seseorang yang namanya belum tertera di kontak hpku.

“Begini mas, sebelumnya minta maaf. Perkenalkan saya Totok Sudarwoto ketua LKNP. Saya dapat kontak mas Themo dari facebook. Kan dari kami akan mengadakan pameran lukisan yang sifatnya nasional. Nah…kebetulan tanpa sengaja aku melihat karya-karya mas Themo di media sosial.”

Pak Totok melanjutkan kalimatnya,”Semakin hari saya tahu, ternyata karya mas Themo menggerakkan hatiku. Jadi terus terang saja, mas Themo kami undang untuk turut berpartisipasi mengikuti pameran lukisan yang kami gagas. Insya Allah tempatnya di Yogyakarta mas. Sekian mas, terimakasih.”

Hp mati. Tut…tut…tut…

Weh…ini mimpi nggak sih? Oke fix, kalau ini nyata berarti Tuhan mendengarkan keinginanku selama ini. Tapi Pak Totok itu siapa? Dia orang mana? Umurnya berapa? Mengapa tiba-tiba dia menghubungiku? Ketika mengajakku untuk berpartisipasi memamerkan karya apa dia sudah sadar? Ah sudahlah, ngapain aku tiba-tiba berpikiran serumit ini.

Kuletakkan hp dan beranjak ke kamar mandi. Seperi biasanya, setiap pagi menjelang siang pada pukul yang tak menentu, aku usahakan untuk mencoret-coret di kanvas. Rutinitas ini sudah menjadi bagian jiwaku. Bahkan sudah menyusup dalam pori-pori.

Rasanya ada yang kurang kalau hari-hariku terlewati tanpa menggores kertas atau kanvas. Aku memang nol dalam memahami lukisan. Tapi bagaimana lagi, masalah yang satu ini sudah jadi hobiku sejak kecil. Aku tak pernah sekolah tentang seni. Aku juga tak hapam seni itu apa. Aku hanya melampiaskan hasratku untuk menciptakan keindahan yang sesuai hatiku.

Masalah dengan Pak Totok ternyata bukan sekedar wacana. Setelah aku mengenal ia siapa, rasa hormatku mulai tumbuh. Ia beberapa kali menghubungiku dan aku menerimanya lebih sopan dibanding sebelumnya.

Sekarang tanggal 15 Januari 2016 dan Pak Totok memberitahu padaku pada tanggal 28 April 2016, acara pameran tingkat nasional akan di gelar di Taman Budaya Yogyakarta. Dan di kuratori oleh ia sendiri.

Aku masih memiliki waktu 3 bulan untuk menciptakan karya yang pantas aku sandingkan dengan seniman-seniman hebat di berbagi penjuru Nusantara. Sebab, aku sosok anak yang masih polos dalam hal ini. Belum mengerti aturan mengikuti pameran itu seperti apa dan bagaimana.

Singkat cerita pada tanggal 28 April 2016 pukul 19. 30 WIB bertepatan di depan pintu galeri Taman Budaya Yogyakarta acara pameran lukisan tingkat nasional bertema “The Create Power of Art” resmi dibuka.

Ada 360 lukisan terpajang didalamnya. Ada 33 provinsi se Indonesia menjadi saksi bahwa karya seni lukisan dapat mempersatukan kita semua. Tak kenal ras, agama, suku, profesi dan lain-lain, semuanya andil menjadi satu. Mungkin ini juga yang dinamakan “Bhineka Tunggal Ika”.

Tentu hal ini menjadi pengalaman pertamaku sekaligus pemahaman baru mengenai karya seni rupa yang aku tekuni selama ini. Aku berterima kasih kepada segalanya yang ada di bumi. lewat acara ini aku mengerti, walaupun karyaku sudah ikut mempersatukan ikatan seluruh Indonesia, tapi aku tetap sosok anak polos yang masih berumur di bawah 20 tahun. []

* Penulis adalah mahasiswa UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta. Hobi menulis dan selalu menyempatkan diri untuk mengikuti pameran seni rupa di Yogyakarta. Dapat dijumpai di media sosial instagram @ferythemo | facebook: Ferytaufiqsanthemo | twiter: @ferytaufiq

About artspace indonesia

artspace.id adalah kumpulan informasi mengenai dunia seni kontemporer di Indonesia. silakan kirim informasi seni Anda kepada kami : redaksiartspace@gmail.com admin : FRINO BARIARCIANUR | ARGUS

View all posts by artspace indonesia →

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *