Candu Visual di Orbital Dago Penulis : Aswin Nobby Susanto

Sudah sore dan entah Aku tidak tahu mau kualokasikan diriku ke mana. Kepalaku penuh kebuntuan persoalan matematis yang mungkin dikarenakan penempatan posisi tidurku salah pada meja kursi perguruan tinggi (bahkan bisa dibilang tinggi sekali).

Ruang pamer Orbital Dago

Sedang di sisi lain, di ke dalaman otakku, terdapat fakta anatomis bahwa pada bagian kanan sajalah yang masih berfungsi baik. Akan tetapi, Aku merasa tidak perlu periksa ke dokter untuk terdiagnosa sakit. Mungkin, secara cuma – cuma, Aku telah tunanetra terhadap angka – angka. Dan itu cukup. Sementara ini, mungkin (lagi), yang Aku butuhkan sekadar candu visual. Saraf penglihatanku hendak menyediakan ruang yang lebih luas bagi estetika sebagai kebutuhan primer temporer.

Aku kemudian asal melangkah pergi menghilang arah. Menujuku ke sebuah area perbukitan yang luasnya berhektar – hektar, di mana di situ lah terdapat kepastian bahwa jasmaniku akan kerasukan segar udara sekitar.

Matahari belum terbenam, maka Aku yang rabun cahaya sintetis masih bisa memandang dengan jelas berbagai spesies gardu pandang. Terdapat juga plang – plang yang berdiri di atas padang alang – alangnya. Mungkin mereka sengaja dibuat supaya hari itu Aku tidak tersesat. Atau supaya Aku yang menjadi haus kopi dapat menemukan tempat terspesifikasi untuk menikmati usainya tiga per empat hari.

Tertulis rapi, “Orbital Dago Cafe & Art Gallery”, dan berjalan Aku sampai.

Rentetan karya mengorbitkan paduan rasa, membuat lintasan berputar seperti berniat memenuhi ruang dan jalan pikiran para pemikir (atau perasa? Atau Aku?) Dan di sini, badanku cukup untuk bersembunyi dan jiwaku mampu membumbung tinggi.

Korek api, cangkir kopi, dan pekaknya sepi hanyalah medium. Sisanya adalah urusanku dengan tumbuh – tumbuhan itu. Ya, mereka semuanya obat yang berseni.

Orbital Dago
Bandung, 19 Januari 2018.

* Penulis bernama Aswin Nobby Susanto dan terbiasa dipanggil ‘Nobby’ (jangan ditambah – tambahin). Penulis berasal dari kota di mana Pak Jokowi lahir. Penulis lama bersekolah di kota pelajar dan sekarang sedang berkuliah jurusan teknisi sebuah institusi di kota kembang yang jauh dari daerah domisilinya, juga orang yang dicintainya. instagram : aswinobby

About artspace indonesia

artspace.id adalah kumpulan informasi mengenai dunia seni kontemporer di Indonesia. silakan kirim informasi seni Anda kepada kami : redaksiartspace@gmail.com admin : FRINO BARIARCIANUR | ARGUS

View all posts by artspace indonesia →

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *