Guyup Rupa #7: Kolaborasi Seni Persembahan Anak Negeri Penulis : Anyta Ririh Nawangsari

Pameran karya seni tahunan yang digarap oleh para mahasiswa jurusan Seni Rupa, Fakultas Bahasa dan Seni , UNNES selalu menjadi moment yang sangat dinantikan, tidak terkecuali saya. Pameran ini mengusung tema HUMANDROID yang menggambarkan suatu keadaan dimana manusia diperdaya oleh suaatu sistem.

Konsep humandroid ini mengambil pijakan tentang suatu keadaan yang berkaitan dengan “kritik sosial” yang ada di tengah-tengah masyarakat.

Guyub rupa Seri ke-7 ini merupakan kolaborasi karya anak negeri yang mencakup pulau Jawa dan Bali. Berlangsung dari tanggal 27-29 Oktober 2017 yang bertempat di Auditorium Universitas Negeri Semarang (Unnes), membuat mahasiswa dan masyarakat menjadi lebih dekat dan mengenal seni.

Acara paguyuban para perupa ini dirancang dengan serangkaian acara, diantaranya workshop, mural bersama, pameran dan yang sangat menarik adalah kunjungan ke sekolah untuk mengenalkan seni kepada anak-anak. Hasil karya anak-anak dipajang di salah satu sudut pameran sehingga menampakkan tajuk warna-warni yang menciptakan sisi lain yang dinamis dari pameran tersebut.

Setiap sisi audiotium UNNES telah disulap menjadi sudut-sudut tempat dipajangnya karya para perupa. Dengan background tema warna hitam dan putih menciptakan kesan tenang dan nyaman untuk dinikmati. Cahaya lampu kuning dan kombinasi warna yang disuguhkan membuat setiap karya terlihat eksklusif, mewah, dan indah.

Saat pertama kali masuk dalam ruangan, anda akan disuguhkan 2 karya seni dari Subeki dengan deskripsi akrilik diatas kanvas yang menampakkan dua wajah manusia dengan detil yang berbeda. Setiap lukisan disuguhkan dengan kesan eksklusif dan artistik yang membuat mata seketika langsung terkesiap dan tertarik untuk berlama-lama menikmati keindahan yang disajikan.

Tidak cukup hanya melihat dan menikmati, persepsi yang berbeda pun banyak bermunculan di setiap karya. Beruntungnya acara ini memiliki panitia yang siap untuk menjelaskan makna dari setiap karya yang disuguhkan setiap kali pengunjung datang.

“Semakin banyak persepsi tercipta, semakin bagus karya seni tersebut”, jelas salah seorang panitia yang saya tanyai.

Sebanyak apapun persepsi tercipta, namun tetap saja pesan yang ingin disampaikan oleh seniman harus tersampaikan. Itulah kenapa karya seni bisa menjadi media penyalur pesan melalui makna yang terkandung di dalamnya.

“Posisi Kendali”, charcoal and colour pencil on wood karya Akmad Irfan.

Tidak hanya lukisan yang berhasil mendapat tempat dalam pameran ini, ada juga karya seni 3 dimensi yang tidak kalah menawan dengan 2 dimensi.

Ada satu karya yang sangat menarik hati saya untuk melihat lebih dekat. Jelas saja, karya ini terbuat dari serbuk pensil beralaskan kayu. Sangat unik dan menarik. Akhmad Irfan, mahasiswa jurusan seni rupa yang menciptakan karya 2 dimensi bertajuk “Posisi Kendali” ini berhasil membuat karya seni yang sangat menawan dengan memanfaatkan serbuk conte dan pensil warna.

Dengan beralaskan kayu, tiga gambar manusia yang menunjukkan ekspresi wajah berbeda-beda dalam mengendalikan emosi ini dijelaskan dengan sangat rapi dan detil oleh Akhmad Irfan, sehingga membuat takjub banyak pasang mata.

Dengan diadakannya guyub rupa ini, diharapkan akan menginspirasi setiap individu untuk merespon dan mengkritisi keadaan yang terjadi saat ini yang diwujudkan dalam bentuk karya rupa dua dimensi maupun tiga dimensi. Saya sangat merekomendasikan guyub rupa bagi anda yang tertarik, ingin belajar, atau pecinta karya seni. Anda bisa saja memiliki kesempatan untuk berdialog langsung dengan para perupa dalam pameran ini.[]

 

* Penulis adalah mahasiswi Fakultas Bahasa dan Seni Universitas Negeri Semarang. Bermula dari melihat hasil mural di sekitar fakultas, saya jadi rajin datang ke pameran-pameran seni yang sering diadakan oleh kampus. Dapat dijumpai di media social : anytaririh (Instagram) , Anyta Ririh Nawangsari (FB), dan @anyta_ririh (Twitter).

About artspace indonesia

artspace.id adalah kumpulan informasi mengenai dunia seni kontemporer di Indonesia. silakan kirim informasi seni Anda kepada kami : redaksiartspace@gmail.com admin : FRINO BARIARCIANUR | ARGUS

View all posts by artspace indonesia →

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *