I Just Call to Say I Love You Penulis : Ardea Rhema Sikhar (Sundea)

Tuhan adalah cahaya yang merambat cepat. Persepsi dan interpretasi adalah jaring yang digunakan manusia untuk menangkap esensi tuhan yang halus sekali: religiositas.

“Jejak Ibu” karya Hanafi

Karena menurut saya seni adalah wujud persepsi dan interpretasi yang sangat halus, di sanalah esensi tuhan dapat hadir cukup utuh. Dalam pameran “Flight for Light” yang digelar sebagai pembukaan Art:1, sebuah lembaga seni rupa yang terdiri dari new museum dan art space, seniman merepresentasikan persepsi dan interpretasinya mengenai religiositas ke dalam karya.

Di dalam bangunan megah tersebut, terpasang beragam karya. Karena religiositas melampaui agama, karya-karya yang hadir kerap sudah tak lagi bersentuh dengan simbol agama. Ambil contoh jarum jahit bengkok pada “Jejak Ibu” karya Hanafi atau kebaya logam pada “Empty Kebaya’s” karya Sri Astari. Melalui setiap karya, religiositas hadir dalam cara-cara yang paling personal.

Ketika saya tersesat di belantara karya, sesuatu yang sederhana menarik perhatian saya. Ia duduk di atas meja kecil. Mengamati seisi ruangan tanpa berkata apa-apa. Saya pun melompat-lompat menghampirinya.

“Hai,” sapa saya.
“Hai,” sahut benda itu.
“Kamu kan telpon. Kenapa kamu ada di sini?”
“Karena saya juga religius,” sahutnya.
“Tapi kamu bukan karya.”
“Tapi saya membawa sebagian sifat tuhan. Jadi saya perlu ada di sini.”

Saya mengamat-amatinya. Dan ….

“Oh, iya!” seru saya riang saat melihat tulisan di gagangnya.
“Dea, kamu ingat kata-kata Picasso? Art is a lie that makes us realize the truth,” kata telpon.
“Terus?” tanya saya lagi.
“And I’m the one you can trust,” jawab telpon.

Saya terdiam. Telpon juga. Lalu kami saling berpandangan. Di tengah segala karya dan makna personalnya, telpon adalah sesuatu yang paling pragmatis dan universal.

“Saya senang ketemu kamu, telpon,” kata saya.
Telpon tidak menjawab lagi.

Saya kembali berkeliling mengeja karya. Tetapi saya terus teringat kepada telpon. Apakah saya semakin tersesat? Atau justru telpon menuntun saya menemukan sebuah jalan kebenaran?

Cahaya merambat, suara juga.  []

 

* Sundea adalah penulis dan penangkap keseharian yang jatuh cinta kepada hidup setiap hari. Ia mencatat dan membagikan apapun yang membuat mata hatinya berbinar. Seni adalah salah satu di antaranya. Dapat dijumpai di media sosial instagram: @salamatahari | facebook: Salamatahari Sundea | Juga blog: www.salamatahari.com

About artspace indonesia

artspace.id adalah kumpulan informasi mengenai dunia seni kontemporer di Indonesia. silakan kirim informasi seni Anda kepada kami : redaksiartspace@gmail.com admin : FRINO BARIARCIANUR | ARGUS

View all posts by artspace indonesia →

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *