Keindahan Seni Patung Pahlawanku Penulis : Dewi Dwi Erlyna

Kokoh berdiri seperti sang Jendral Soedirman, Panglima besar Tentara Nasional Indonesia yang gugur karena membela bangsa kita, “bangsa Indonesia”. Seperti halnya sebuah pepatah yang mengatakan “Bangsa yang besar adalah bangsa yang mau menghargai jasa para Pahlawannya”.

Di situlah akhirnya berdiri sebuah patung yang menjulang dengan ketinggian 8 meter,  kokoh tegak. Patung yang menjadi saksi kegigihan perjuangan beliau. Patung itu berdiri di suatu desa kecil monumen itu dibuat, sebuah desa yang begitu segar dengan udaranya yang belum tercemar akan polusi dan masih asri pemandanganya karena masih terjaga dengan baik, yaitu di Sobo Desa Pakis Baru, Kecamatan Nawangan, Kabupaten Pacitan. Sekitar 34 km dari pusat kota Pacitan.

Dimana orang yang melihatnya akan dibuat memukau dengan keindahannya, ukiran – ukiran yang terpampang nyata nan indah karna sentuhan sang seniman yang hebat, sehingga menghasilkan karya seni tampak memukau, yang memiliki sejarah yang berarti bagi kita.

Ketika kita mulai memasuki areanya, mata kita akan dimanjakan dengan ukiran sejarah yang dibuat sedemikian indah sehingga yang melihatnya akan dibuat terpukau. Ukiran Indah itu bukan berarti tak memiliki maksud dan tujuan di dalamnya.

Ukiran itu dibuat agar kita tahu sejarah beliau ketika beliau bergerilya dengan jerih payah untuk melawan para penjajah Belanda yang begitu kejam terhadap para rakyat Indonesia.

Ukiran yang nampak nyata itu mampu membuat angan – angan kita melayang – layang ke masa itu, masa yang begitu kejam, masa dimana orang yang tak memiliki hati membantai para pahlawan kita secara perlahan.

Kita tak dapat berbuat apapun selain mengenang jasa-jasa pahlawan kita karena, hanya dengan begitu kita dapat mengetahui seberapa berat perjuangan mereka. Patung yang terletak didesa kami ini dibuat dengan desain yang begitu indah.

Di bagian tepi bawah dihias dengan begitu cantiknya, bagian bawah lainnya dibuatkan galeri perpustakan yang ditata dengan sedemikian rupa kalau kita ingin lebih detail mengetahui seluk beluk beliau. Benda – benda sejarah pun dibuatkan seperti museum, agar tidak rusak dan tetap terjaga.

Jika bingung alur jalan saat ingin berkunjung ke Monumen Jendral Soedirman tersebut, tenang di situ juga disediakan miniatur dengan alur yang mirip dengan aslinya, apabila ingin bermalam disediakan penginapan yang sudah lengkap untuk mempermudah Anda. Penginapan tersebut di sekelilingnya memiliki pemandangan yang luar biasa eloknya yang akan membuat Anda betah berlama-lama.

Yang tak kalah bagusnya adalah sebuah rumah yang dulu menjadi markas sang jendral saat melakukan perjuangan gerilya melawan penjajah. Rumah ini dahulu ditempati beliau selama 107 hari, sejak 1 april 1949 s/d 7 juli 1949.

Di Monumen jendral Soedirman Pakis Baru Nawangan inilah semua jejak beliau dirancang sebegitu bagus dengan ukiran seni yang begitu luar biasanya. Jasa para pahlawan jangan hanya diingat di benak dan di hati, tapi ingatlah di setiap sujudmu dan doamu agar mereka mendapatkan tempat yang semestinya, yaitu di sisi Allah swt. Amin. []

 

* Penulis adalah mahasiswa Prodi Akuntansi Universitas Muhammadiyah Ponorogo. Lahir di Pacitan, 9 agustus 1997 .

About artspace indonesia

artspace.id adalah kumpulan informasi mengenai dunia seni kontemporer di Indonesia. silakan kirim informasi seni Anda kepada kami : redaksiartspace@gmail.com admin : FRINO BARIARCIANUR | ARGUS

View all posts by artspace indonesia →

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *