Mencari Hiburan Seni di Omnispace Penulis : Akmalia Rizqita

Pertama kali saya berkunjung ke Omnispace, saya tidak sengaja. Saat itu saya berencana untuk mengunjungi Omuniuum, sebuah toko yang menjual rilisan musik, merchandise band dan buku. Omuniuum terletak di lantai dua sebuah ruko di Jl. Ciumbuleuit No.151 Bandung, persis di seberang Universitas Parahyangan.

Pameran POR Seni di Omnispace 28 Januari 2017

Lantai satu adalah tempat fotokopi dan kafe yang ramai oleh mahasiswa UNPAR. Saat menaiki tangga, saya sudah disuguhi banyak sekali karya-karya poster dan ilustrasi yang menarik, berlanjut dengan koleksi mainan-mainan antik.

Setelah puas berbelanja buku, lantas saya penasaran, apa yang terletak di lantai tiga tempat ini? Saya bertanya pada penjaga toko dan ia menjawab, ‘galeri seni’. Ia pun menyarankan saya untuk langsung melihat sendiri ke atas.

Siapa sangka di lantai tiga sebuah ruko terdapat galeri seni? Tangga menuju lantai tiga berdinding hitam dengan lampu-lampu kecil remang-remang, membuat saya sedikit gugup.

Sesampai di atas, saya menemukan sebuah ruangan kecil berdinding putih, dengan lantai yang ditutupi karpet rumput sintetis berwarna hijau (sekarang karpet itu sudah tidak dipakai), dengan ukuran kurang lebih 4x2m. Saat itu ruangan sedang kosong karena tidak ada pameran.

Di ujung ruangan, ada pintu menuju ruangan lain dengan ukuran sedikit lebih besar, yang saat itu masih dipakai sebagai gudang dan kantor (sekarang telah menjadi ruang pamer tambahan).

Lalu saya mencari tahu, bahwa ‘galeri’ ini bernama Omnispace, yang digagas oleh Erwin Windu Pranata (Ewing), Mufti Priyanka (Amenk), dan Nasrul Akbar pada tahun 2015.

Dulunya, ruang ini adalah studio berkarya milik Amenk dan Ageng Purna Galih yang dinamakan “Djiwo Tentrem Studio”. Kepopuleran Amenk dan sistem open studio ternyata mengundang cukup banyak massa. Banyak orang datang dan pergi, teman-teman sejawat, atau memang orang luar yang sekadar ingin mengobrol dan melihat proses berkarya mereka. Lalu, Ewing melihat ada potensi lebih dari tempat ini sehingga didirikanlah Omnispace.

Daripada disebut galeri seni, Omnispace lebih tepat untuk disebut sebagai ruang alternatif, karena memang kegiatannya tidak melulu seputar pameran karya seni, tapi juga acara musik eksperimental, movie screening, diskusi berbagai macam keilmuan, dan lain-lain yang mengundang berbagai massa tidak hanya dari ruang lingkup seni, namun juga desain, musik, perfilman, dan lain-lain.

Kata “omni” sendiri, selain merupakan kependekan dari Omuniuum tempat ia bernaung, juga mengacu pada bahasa latin yang berarti “semua” atau “setiap”.

Kegiatan-kegiatan yang dilakukan di Omnispace selalu khas, unik, dan jenaka, bahkan ngaco. Di tengah-tengah iklim seni rupa Bandung yang seringkali terlampau serius dan dingin, Omnispace mampu menghadirkan berbagai bentuk kesenian yang cair, menghibur, dan mengundang tawa. Seperti Getok Tular, program pameran dan lelang karya seni dari Omnispace yang jika dibandingkan dengan acara lelang seni pada umumnya, sangat ngawur, tetapi juga memberi angin segar pada medan seni rupa dan membuka pasar baru yang terbuka.

Pernah juga diadakan pameran eksperimental bertajuk POR Seni yang menyatukan olahraga dengan kesenian.

Walaupun berukuran kecil dan umurnya masih terhitung pendek, Omnispace berhasil dalam menjaring massa dan menciptakan iklim kreatif yang terbuka, ramah, dan terjangkau bagi siapa saja. Oleh karena itu, keberadaannya patut dipertahankan guna mendukung berjalannya dinamika keragaman kegiatan berkesenian di Bandung. []

 

* Mahasiswa Fakultas Seni Rupa dan Desain ITB Program Studi Seni Rupa Studio Kajian Seni 2014 – sekarang.  Menyukai dunia seni dan tinggal di Bandung. Dapat dijumpai di media sosial FB : Akmalia Rizqita, Instagram: @akmlrizqita

About artspace indonesia

artspace.id adalah kumpulan informasi mengenai dunia seni kontemporer di Indonesia. silakan kirim informasi seni Anda kepada kami : redaksiartspace@gmail.com admin : FRINO BARIARCIANUR | ARGUS

View all posts by artspace indonesia →

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *