Takjub Pesona Nalarroepa Ruang Seni Yogyakarta Penulis : Rachma Aprillian Kusuma Wardhani

Berbicara mengenai dunia seni, suatu hal yang sangat saya kagumi. Salah satu galeri atau ruang seni di Yogyakarta yang membuat saya takjub adalah Nalarroepa Ruang Seni yang beralamatkan di Karangjati RT 05, Tamantirto Kasihan Bantul, Yogyakarta.

Nalarroepa Ruang Seni

Memang sedikit sulit untuk menemukan galeri seni ini, tetapi setelah mengetahui bentuk arsitektur bangunan dan lokasi galeri ini sangat menarik. Bentuk bangunan yang semi modern dan pemilihan lokasi di tengah perkampungan serta dikelilingi pepohonan yang rindang membuat sejuk ketika bersua disana.

Memiliki 4 lantai dan pemilihan warna putih yang pas pada dinding serta pintu-pintu kaca pada lantai dasar dengan latar belakang suasana pepohonan yang rindang.

Salah Satu Sudut Nalarroepa Ruang Seni

Pemilik Nalarroepa Ruang Seni ialah salah satu seniman yang sudah naik daun yaitu Dedy Sufriadi. Berasal dari Palembang, namun melanjutkan sekolah di Yogyakarta sejak tahun 90an serta menetap di Yogyakarta hingga saat ini. Dedy Sufriadi yang memiliki karakter berkarya abstrak dan naif membuat lukisan tersebut indah untuk dinikmati.

Nalarroepa Ruang Seni ini terbuka untuk umum, seniman atau mahasiswa seni dan non seni yang ingin mengadakan pameran atau diskusi, Nalarroepa Ruang Seni memberikan wadah untuk menyelenggarakan acara tersebut.

Pertama kali datang ke Nalarroepa Ruang Seni, rasanya saya ingin cepat masuk ke dalamnya.

Dominan warna putih pada galeri ini, baik warna cat di luar mau pun di dalam galeri. Banyak tanaman-tanaman yang menjalar dan bergantung menghiasi dinding-dinding galeri ini. Saat saya masuk pada lantai dasar, saya melihat terdapat kursi panjang serta meja yang terbuat dari kayu jati ukiran berada persis diantara pintu-pintu kaca.

Perpustakaan Nalarroepa Ruang Seni

Ketika saya membuka pintu kaca tersebut, saya disuguhkan dengan tanaman-tanaman hijau yang segar dan satu petak kolam ikan.

Di lantai dasar pula terdapat perpustakaan kecil yang tertata sangat rapi buku-buku koleksi Dedy Sufriadi, serta kamar mandi dan dapur. Saya lanjutkan jalan menuju lantai berikutnya. Lantai ini biasanya untuk menerima tamu yang datang, karena tersedia kursi dan meja yang terbuat dari anyaman bambu.

Pada lantai berikutnya, ini adalah ruangan inti yang biasa untuk pameran atau mendisplay karya-karya yang sedang dipamerkan. Tetapi bukan di lantai ini saja saya menemukan banyak karya lukisan, namun mulai dari saya masuk dari lantai dasar ke lantai berikutnya hingga lantai 3 ini, mata saya dibuat terpukau dan imajinasi saya bereaksi menyanjung keindahannya.

Karya-karya koleksi Nalarroepa Ruang Seni bermacam-macam aliran lukisan seperti, realist, naif, abstrak, dekoratif, imajinatif dan masih banyak lagi. Serta bukan karya dari satu seniman saja, tetapi beberapa seniman dari berbagai daerah. Saya melanjutkan perjalanan ke lantai terakhir yakni lantai paling atas, saya menemukan banyak sekali karya-karya Dedy Sufriadi mulai dari pertama kali beliau melukis hingga saat ini dan tersimpan sangat rapi.

Rasanya sangat senang sekali dapat berkunjung ke Nalarroepa Ruang Seni. Disini saya banyak mengenal nama-nama seniman baru, lukisan-lukisan dan aliran serta teknik mereka berkarya. Sebuah bekal yang saya dapatkan, untuk pengetahuan ke depannya saya kelak. []

* Penulis adalah mahasiswi kelahiran Yogyakarta, 20 April 1996. Dapat dijumpai di media sosial instagram: rachmawardhani2 | facebook: Rachma Aprillian Kusuma Wardhani | Twitter: @rchmksmwrdhni

About artspace indonesia

artspace.id adalah kumpulan informasi mengenai dunia seni kontemporer di Indonesia. silakan kirim informasi seni Anda kepada kami : redaksiartspace@gmail.com admin : FRINO BARIARCIANUR | ARGUS

View all posts by artspace indonesia →

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *