Galeri Seni ISI Surakarta di Taman Budaya Surakarta Penulis : Muhammad Lutfi

Pada Hari Minggu saya dan teman saya yang selalu tak lepas dari ajakanku pergi jalan-jalan. Pada awalnya kami hanya ingin menikmati bulan sabit, tapi entah kenapa mendung hari ini tebal sekali menyelimuti atap kota. Kunikmati saja perjalanan roda motorku ini searah angin yang sepoi-sepoi menenggelamkanku dalam peluknya.

Aku hanya melewati sebuah pagar besi yang ditumbuhi ilalang liar.

Di situ menyala sebuah lampu taman yang dengan asyiknya ditunggui oleh anak-anak. Kuputuskan menuju arah cahaya lampu yang berkilau itu. Barangkali di sana ada keramaian yang aku pun bisa berbaur pada alam. Entah kenapa di sepanjang gedung Taman Budaya Surakarta di sebelah timur terpampang lukisan-lukisan yang seakan-akan berteriak memanggil orang-orang.

Sebuah potongan tangan yang dilukis dengan tiga dimensi membuat iba mataku, seakan-akan aku melihat tangan itu melambai-lambai ingin dilihat oleh orang lain. Entah kenapa semua lukisan ini nampak hidup. Memang benar-benar membuatku takjub. Ini adalah kumpulan lukisan-lukisan karya para mahasiswa ISI Surakarta.

Aku pun juga mahasiswa, walaupun tidak mengambil bidang keahlian seni, tetapi jiwaku seakan dimurnikan oleh seni yang benar-benar membuatku takjub. Ciptaan manusia saja seakan hidup apalagi ciptaan Sang Maha Kuasa yang benar-benar hidup. Sungguh Hebatnya Sang Maha Kuasa. Itulah yang membuat aku seakan dimurnikan oleh seni yang semakin menambah mantap imanku. Aku lupa mengenalkannya pada kalian, nama acara ini adalah RUJA’AN.

Di sini hadir berbagai kalangan dan juga para seniman yang turut mengapresiasi seni ini. Busana balutan kain batik Solo semakin mengunggulkan budaya dan identitas kota budaya ini. Seorang wanita cantik yang entah tak kutahu namanya menerima penghargaan dalam acara ini.

Aku juga melihat rektor ISI Surakarta. Dua penari yang anggun dan lembut semakin memeriahkan acara malam ini. Sungguh identitas budaya yang di prioritaskan dan berprestasi.

Daripada aku hanya menikmati angan-angan dan sajian pidato dari dua pembawa acara itu, lebih baik aku melihat keseluruhannya.

Kulihat pojok-pojok dinding serta punggung dinding yang memampangkan karya-karya lukisan spektakuler tersebut. Ada berbagai banyak lukisan seperti sketsa wajah, lukisan 3D, serta lukisan kontemporer multimedia. Sungguh menghiasi sudut-sudut dinding kosong tersebut dengan tatawarna kreatif dan imajinatif perwujudan ekspresi yang benar-benar estetis dan naturalis.

Yang paling kusukai adalah warna-warna di kanvas tersebut yang benar-benar sempurna. Yang tidak menimbulkan sebuah celah kanvas sehingga nampak ketelitian pengerjaan lukisan tersebut. Sungguh malam ini bukan bulan lagi yang menghiburku, tetapi lukisan-lukisan sederhana karya anak-anak ISI Surakarta yang seusiaku yang tampil di Galeri Seni Taman Budaya Surakarta ini. []

 

* Penulis adalah mahasiswa Sastra Indonesia, Fakultas Ilmu Budaya,  Universitas Sebelas Maret Surakarta. Penulis aktif menulis puisi dan sajak yang terangkum dalam berbagai antologi bersama para penyair lainnya. Mempunyai dua buah buku puisi. Dapat dijumpai di media sosial facebook: Muhammad Lutfi. 

About artspace indonesia

artspace.id adalah kumpulan informasi mengenai dunia seni kontemporer di Indonesia. silakan kirim informasi seni Anda kepada kami : redaksiartspace@gmail.com admin : FRINO BARIARCIANUR | ARGUS

View all posts by artspace indonesia →

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *