GSPI, Perpaduan Seni dan Sastra yang Apik Penulis : Prita Kartika Pribadi

Jika kita melihat jalan sekitaran Setiabudi Bandung setelah gedung Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) di gerbang atas, kita akan melihat gang atau jalan sempit dan sekilas melihat spanduk yang terpampang di sepanjang jalan gang tersebut bertuliskan GSPI sebagai tanda untuk menyelusuri sampai ke gerbang Griya Seni Popo Iskandar (GSPI) ini.

Bangunan Griya Seni Popo Iskandar (GSPI) tampak depan.

Untuk dapat melihat karya seni dibalik jalan sempit ini, Anda cukup mengikuti tanda spanduk tersebut dan akan menemukan gerbang masuk di sebelah kanan. Jangan khawatir pula, gallery ini disuguhkan secara cuma-cuma alias gratis!

Begitu memasuki pintu masuk sebelah kanan, Anda akan secara langsung mengisi presensi sebagai tamu dan mengisi kontak Anda. Hal itu ternyata diperlukan agar Anda mendapatkan informasi mengenai kegiatan-kegiatan di gedung GSPI.

Processed with VSCO with preset

Mengingat bahwa GSPI ini juga selalu menjadi tempat kegiatan atau acara seni dari para pemuda atau seniman.
GSPIterdiri dari beberapa ruangan dengan isinya yang bermacam-macam. Ruangan dibagi menjadi dua dengan bagian-bagian tertentu. Bagian tersebut diantaranya adalah museum, gallery dan public library.

Begitu memasuki gerbang akan terlihat ruangan sebelah kanan dan kiri. Ruangan sebelah kanan berisikan ragam lukisan yang dikhususkan karya seni Popo Iskandar saja, sehingga disebut museum. Ruangan ini juga turut dihiasi buku-buku yang disebut public library.

Sangat unik, ketika sebuah griya seni tetapi dihubungkan dengan buku yang berisikan karya sastra dan beberapa artikel yang ditulis oleh sang seniman.

Sedangkan ruangan sebelah kiri, terdapat pameran lukisan karya para pemuda dan seniman lainnya. Selain itu, GSPI menjadi tempat langganan untuk mengadakan sebuah pameran karena mempunyai relasi dengan para pemuda dan seniman baik dalam negeri dan luar negeri.

Nilai lebih dari GSPI ini banyak spot untuk dijadikan foto bagi para pengunjung. Mulai dari lemari buku dengan bentuk bertuliskan ART, lukisan manusia dari bahan paku, lukisan kucing raksasa yang menjadi tempat kesukaan pengunjung untuk berfoto ria, dan tulisan-tulisan yang dipajang dalam bingkai. []

* Penulis kelahiran Bandung, 3 Agustus 1996, berstatus mahasiswa. Menyukai menulis, menonton film, dan membaca novel. Dapat dijumpai di media sosial instagram: pritakp | Tumblr: pribadiprita

About artspace indonesia

artspace.id adalah kumpulan informasi mengenai dunia seni kontemporer di Indonesia. silakan kirim informasi seni Anda kepada kami : redaksiartspace@gmail.com admin : FRINO BARIARCIANUR | ARGUS

View all posts by artspace indonesia →

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *