Mengenal ‘Wajah’ Tohuku Melalui Mata, Kata, dan Rasa Penulis : Cindi Riyanika Hidayah

Tohuku, bisa jadi terasa asing di telinga kita dan bisa jadi pula tidak banyak yang tahu di mana letak Tohuku.

Tohuku terletak di timur laut dari Honshu, pulau terluas dalam kepulauan Jepang yang terbagi ke dalam enam prefektur: Aomori, Iwate, Akita, Yamagata, Miyagi, dan Fukusima. Tohuku beriklim cukup namun dianugerahi dengan kekayaan alam yang indah dan melimpah.

Selain kekayaan alam, Tohuku juga terkenal dengan kekayaan kebudayaannya. Namun sayang, tahun 2011 tepat pada tanggal 11 Maret sebuah gempa bumi berkekuatan 9.0 SR menyapa Jepang dan Tohuku adalah wilayah yang mengalami kerusakan paling parah.

Kejadian itu mengakitbatkan korban tewas berjatuhan dalam jumlah yang besar serta kecelakaan nuklir yang belum pernah terjadi sebelumnya di PLTN No. 1 Fukushima. Semua orang menyimpan kenangan jelas akan foto atau video  kejadian itu.

Di antara banyak kesedihan yang menyeruak, ternyata banyak sekali gelombang simpati dan dukungan untuk upaya pemulihan di sana. Namun demikian, pameran foto-foto Tohuku di Bentara Budaya Jakarta kali ini tidak menampilkan dokumentasi kerusakan atau pemulihan akibat bencana, melainkan memanfaat fotografi untuk mengabadikan Tohuku melalui framing yang indah dari sisi lingkungan alam, sosial dan budaya masyarakat Tohuku.

Pameran ini terdiri atas karya dari sembilan fotografer perongan dan satu kelompok fotografer yang berasal dari generasi fotografi yang berbeda kecenderungan gaya, tetapi sama-sama berasal dari Tohuku.

Adanya perbedaan gaya menghasikan banyak sudut pandang tentang keadaan masyarakat Tohuku dan keindahan alamnya. Selain melalui mata yang dimanja oleh rupa bidikan lensa, di Bentara Budaya Jakarta yang bekerjasama dengan The Japan Foundation dan Kompas Gramedia juga mendatangkan Annisa Hara seorang volunteer Tohuku 2011 yang bertutur tentang pengalamannya selama di Tohuku pasca gempa.

Di galeri inilah, kita sebagai pengunjung tidak hanya disuguhi potret-potret karya yang hanya bisa dinikmati secara visual dengan mata, tetapi juga rasa yang dihadirkan melalui interaksi yang ada di dalamnya melalui kata-kata di antara para pengunjung maupun penyelenggara.

Galeri merupakan wadah penyampai apresiasi kepada masyarakat dengan cara menyentuh hati dan rasa. Keberadaan galeri menjadi penting karena ia bagai samudera tempat berbagai macam karya, emosi, pengalaman, dan kenangan bermuara. []

 

* Penulis yang berdomisili di Bintaro dapat dijumpai di media social instagram: @cindiriyanika | twitter: @cindiriyanika | facebook: Cindi Riyanika Priyadi serta blog: cindiriyanika.com 

About artspace indonesia

artspace.id adalah kumpulan informasi mengenai dunia seni kontemporer di Indonesia. silakan kirim informasi seni Anda kepada kami : redaksiartspace@gmail.com admin : FRINO BARIARCIANUR | ARGUS

View all posts by artspace indonesia →

One Comment on “Mengenal ‘Wajah’ Tohuku Melalui Mata, Kata, dan Rasa Penulis : Cindi Riyanika Hidayah

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *