Menghidupkan Kembali Wajah Seni dan Sejarah Kota Medan Penulis : Muhammad Yunus

Berbicara mengenai galeri seni, Kota Medan masih terbilang minim jika dibandingkan dengan kota-kota lain di Indonesia. Museum Negeri Sumatera Utara merupakan salah satu situs seni bersejarah yang masih bertahan di tengah-tengah modernitas.

Pakaian adat dari 8 etnis yang ada di Sumatera Utara.

Museum terbesar di Sumatera Utara ini terletak di Jalan H.M.Jhoni No.51 Medan, merupakan rumah bagi berbagai hasil seni, benda-benda peninggalan sejarah serta kerajinan dari berbagai suku di Sumatera Utara. Museum ini dibangun pada tahun 1954 dan merupakan salah satu museum terbaik di Indonesia.

Kali ini merupakan kunjungan yang ketiga bagi saya ke museum ini sejak berhijrah ke Kota Medan tahun 2015.

Setiap datang ke museum ini terlihat jumlah pengunjung semakin sepi. Kali ini saya hanya melihat pengunjung yang jumlahnya tak lebih dari 10 orang, dan mereka semua merupakan murid sekolah dasar. Koleksi benda disini cukup memuaskan saya selaku pecinta seni dan sejarah.

Langkah awal masuk kedalam museum akan terpampang di hadapan kita foto pakaian adat dari 8 etnis yang ada di Sumatera Utara. Bisa dikatakan bahwa semua kesenian Sumatera Utara bisa kita temukan disini. Ruangan yang luas, susunan koleksi benda yang rapi, dan tempat yang bersih membuat nyaman para pengunjung.

Bagi Anda pecinta karya seni rupa dan sejarah, museum ini sangat layak memanjakan anda. Macam-macam seni ukir kayu, perabot keramik, lukisan, bahkan buku-buku bersejarah ada di dalamya.

Semakin surutnya minat masyarakat khususnya anak muda tentu menjadi tantangan tersendiri bagi pemerintah dan pengelola museum. Sudah saatnya pemerintah berkolaborasi dengan masyarakat untuk mengangkat kembali eksistensi Museum Negeri Sumatera Utara sebagai wadah seni dan sejarah yang tak ternilai.

Seperti melakukan penambahan koleksi museum, membuat spot berfoto yang menarik, atau mengadakan event-event menarik di museum. Pihak sekolah juga sudah saatnya membuka cakrawala peserta didik dengan melakukan kunjungan ke museum, sehingga pelajaran teori tentang seni dan sejarah dapat langsung teraplikasikan. []

“Orang-orang tanpa pengetahuan tentang sejarah masa lalu, asal-usul, dan budaya mereka seperti pohon tanpa akar.” – Marcus Garvey

* Penulis kelahiran Serdang Bedagai, 28 Mei 1997 ini adalah mahasiswa. Dapat dijumpai di media sosial Facebook: Yunus M | Twitter: @yunusmoham | instagram: @iamyunusmoham. Blog : yunusmoham.wordpress.com

About artspace indonesia

artspace.id adalah kumpulan informasi mengenai dunia seni kontemporer di Indonesia. silakan kirim informasi seni Anda kepada kami : redaksiartspace@gmail.com admin : FRINO BARIARCIANUR | ARGUS

View all posts by artspace indonesia →

3 Comments on “Menghidupkan Kembali Wajah Seni dan Sejarah Kota Medan Penulis : Muhammad Yunus

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *