Karnaval Kerbau Festival Seni Multatuli

Kerbau (atau munding dalam bahasa Sunda) merupakan hewan yang berjasa dalam sejarah pertanian. Kisah ini pun diangkat dalam novel berjudul “Max Havelaar” yang ditulis oleh Multatuli alias Eduard Douwes Dekker.

Dalam kisah itu, seorang anak laki-laki bernama Saidjah, sangat dekat dengan seekor kerbau bernama Pantang. Tapi Saidjah kecewa karena Bupati saat itu merampas Pantang sebagai upeti. Kisah Saidjah-Adinda berlatar zaman kolonial Belanda itu sangat akrab dalam kehidupan orang-orang di Lebak, khususnya Rangkasbitung.

Kisah yang pernah diangkat dalam film berjudul “Max Havelaar” tahun 1976 garapan sutradara Fons Rademakers (Belanda) ini pun menyuguhkan cerita kerbau.

Dalam film itu, kerbau menyelamatkan Saidjah dari terkaman harimau. Pantang berhasil membunuh harimau dengan tanduknya yang tajam. Ribuan orang menyaksikan “Karnaval Kerbau” dalam rangkaian acara Festival Seni Multatuli di Rangkasbitung, Minggu, (09/09/2018).

Meski hanya diikuti sekitar 20 ekor kerbau dari berbagai daerah di Kabupaten Lebak, warga terlihat antusias.

Eman Sulaiman, salah seorang peternak kerbau, mengatakan pertanian di Lebak tidak seperti dulu lagi. Peran kerbau banyak digantikan dengan peralatan modern. Sekira 40 persen, petani yang masih menggunakan kerbau untuk membajak sawah.

“Kerbau menjadi tabungan keluarga, serta untuk biaya pendidikan anak,” kata Eman. []

About artspace indonesia

artspace.id adalah kumpulan informasi mengenai dunia seni kontemporer di Indonesia. silakan kirim informasi seni Anda kepada kami : redaksiartspace@gmail.com admin : FRINO BARIARCIANUR | ARGUS

View all posts by artspace indonesia →

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *