Narasi Dua Kota dalam Bingkai Sejarah

Karya Sulki & Min “Dinosaur Dinosaurus” (2017-18). dan karya Sunah Choi “Menulis Kembali Jejak Naratif” dari Korea di Gedung A, galeri Nasional Indonesia, Jakarta Pusat. FOTO: artspace Indonesia.

Narasi tentang kota-kota selalu mengundang rasa penasaran publik untuk mengetahui sejarah dan kisah-kisah masa lalunya untuk jadi pijakan pada kemajuan dan peradaban, khususnya bagi generasi muda. Terlebih, bila narasi itu berhubungan dengan kota-kota lain lintas-geokultur yang nyaris sama dalam satu sudut pandang, sejarah.

Dua pengunjung menonton karya video seni yang melibatkan komunitas masyarakat tuna rungu di Jatisura, Majalengka, yang dibuat oleh MIXRICE berjudul “Gosari Gosari” (2018) di Gedung A, Galeri Nasional Indonesia, Jakarta Pusat. Karya ini mengangkat sejarah karakter masyarakat Asia yang agraris, gotong-royong, semangat kebersamaan yang sudah terkikis di dalam kehidupan kota metropolitan. FOTO: artspace Indonesia.

Sunyoung Oh, kurator independen dari Korea Selatan, mengundang seniman-seniman asal Korea Selatan dan Indonesia. Menariknya, karya mereka mengupas sisi sejarah mengenai perjalanan kota masing-masing melalui karya seni rupa kontemporer berupa instalasi video, objek, karya grafis (batik), repro dokumen sejarah dan pemberitaan, grafiti, diorama, dll.

Dua saudara ini menonton video seni karya Irwan Ahmett dan Tita Salina berjudul “Bunga Mata Uang” di ruangan tengah Gedung A, Galeri Nasional Indonesia, Jakarta Pusat. Sebuah video yang mempertontonkan tradisi budaya buruh migran Indonesia di Korea Selatan yang hilang di lautan. Diplomasi Bunga, menurut Irwan Ahmett dan Tita Salina, merupakan siasat romantis dari Ir. Soekarno untuk memikat Kimilsung dengan mengabadikan namanya menjadi sebuah bunga. Dimana kondisi ekonomi dan politik Indonesia saat itu sangat membutuhkan dukungan dari Korea Utara sebagai aliansi untuk menunjukkan bentuk perlawanan terhadap hegemoni ideologi barat di kawasan Asia.

Kurator pameran, Sunyoung Oh, mengatakan sebelum pembukaan pameran Kisah Dua Kota: Arsip Naratif dari Ingatan di Gedung A, Galeri Nasional Indonesia, Jakarta Pusat, pada Kamis (13/9) petang, bahwa projek seni Project 7 ½ itu merupakan upaya memeriksa kembali ingatan sejarah modernisasi yang berlangsung di Korea dan Indonesia pada kurun waktu paska perang Dunia Kedua.

Pameran ini berlangsung pada tanggal 13 – 29 September 2018 di gedung A, Galeri Nasional Indonesia dan berlanjut dengan pameran Gajah Dalam Ruangan yang akan diselenggarakan di Museum Sejarah Jakarta, pada tanggal 1 – 31 Oktober 2018.

Seorang pengunjung menonton video seni karya seniman dari Jatiwangi art Factory – Badan Kajian Pertanahan, “Sertipikat Kebudayaan Tanah” di Gedung A, Galeri Nasional Indonesia, Jakarta Pusat. FOTO: artspace Indonesia.

Pameran Kisah Dua Kota: Arsip Naratif dari Ingatan sebelumnya dipamerkan di Seoul dan Gimhae dengan melibatkan seniman-seniman; Forum Lenteng (Jakarta), Irwan ahmett dan Tita Salina (Jakarta), Jatiwangi art Factory [JaF] + Badan Kajian Pertanahan (Jatiwangi), mixrice (Seoul), Sulki dan Min (Seoul), dan Sunah Choi (Busan, Berlin).

“Pameran ini unik dan menarik karena bisa menyajikan sejarah dua kota,” kata Sutopo, salah satu pengunjung pameran di halaman Galeri Nasional Indonesia, Jakarta Pusat, Kamis (13/9) malam

Bingkai kuratorial pameran ini merujuk pada sejarah perubahan dan perkembangan kota yang juga berlaku secara universal. Latar belakang geo-kultur yang berbeda-beda tetapi sesungguhnya memiliki benang merah yang sama, mengenai bagaimana sebuah kota membangun peradaban kotanya. Banyak hal menarik untuk mengkaji persoalan masyarakat urban di sebuah kota, salah satunya sejarah peradaban kota itu sendiri. Sunyoung Oh, kurator pameran ini, melihat pokok soal penting yang terjadi di kota-kota yang memiliki hubungan sejarah dengan masyarakat Indonesia, yaitu  perkara budaya tradisi yang tergeser oleh budaya metropolitan dimana ada persoalan kemanusiaan  di sana.

Keterangan lebih lanjut mengenai proyek seni ini dapat mengunjungi laman http://www.sevennahalf.com/en

About artspace indonesia

artspace.id adalah kumpulan informasi mengenai dunia seni kontemporer di Indonesia. silakan kirim informasi seni Anda kepada kami : redaksiartspace@gmail.com admin : FRINO BARIARCIANUR | ARGUS

View all posts by artspace indonesia →

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *