Lukisan dan Kita Sama-Sama Berada di Sini, Bukan Jadi Objek   Pameran tunggal Restu Taufik Akbar, The Other Hemisphere, di ARTSPACE de Braga by ARTOTEL, Bandung

Restu Taufik Akbar dalam pembukaan pameran tunggal, The Other Hemisphere” Rabu (10/10) sore di ARTSPACE de Braga by ARTOTEL, Bandung. Pameran berlangsung pada tanggal 10 – 28 Oktober 2018. FOTO: artspace Indonesia.

“Lukisan dan kita sama-sama berada di sini. Berbeda dengan lukisan lain yang hanya jadi objek kita. Di dalam karya-karya ini saya lebih menekankan impresi dan berbagi pengalaman ketika saya mengamati lanskap alam,” kata Restu Taufik Akbar.

Demikian pernyataan Restu Taufik Akbar dalam pameran tunggal ketiga di ARTSPACE de Braga by ARTOTEL, Jalan Braga no. 10, kota Bandung, Rabu (10/10) sore, yang diberi tajuk “The Other Hemisphere” dan akan beralngsung hingga 28 Oktober 2018. Restu menyajikan delapan karya dwimatra dalam pameran tunggalnya kali ini dan tidak menyajikan karya trimatra seperti pada pameran tunggal kedua di Orbital Dago Gallery, Bandung, di bulan Maret tahun 2018 silam.

Restu Taufik Akbar memberikan impresi lain pada pameran ini. Tema dan konten lukisan mengenai bentang alam yang dipindai dari penghalamannya naik gunung dan jalan-jalan di hutan bersinergi dengan konsep de Braga by ARTOTEL di Jalan Braga, kota Bandung ini.

Restu Taufik Akbar “(In)visible Forest: ‘In The Midst of Reality” (2017) [200 cm x 180 cm {3 panels}, enamel, viltrain dan cat minyak di atas kanvas]; “(In)visible Forest: ‘The Secret of Misunderstanding Truth” (2017) [60 cm x 80 cm, 90 cm x 94 cm, 60 cm x 150 cm, enamel, viltrain dan cat minyak di atas kanvas] di lobby de Braga by ARTOTEL, Bandung. Pameran berlangsung pada tanggal 10 – 28 Oktober 2018. FOTO: artspace Indonesia.
Lukisan-lukisannya menegaskan pengalaman persepsi visual Restu sendiri yang dia cerap pada pagi hari ketika sinar UV menyelusup di antara dedaunan dan pohon-pohon. Pengalaman dan ingatan itu kemudian diabstraksi melalui material cat dengan warna-warna artifisial di atas bidang kanvas dan permukaan stainless steel yang memantul seperti cermin.

“Bentuk realis bukan kebutuhan. Saya merespon abstrak yang ada dalam lukisan saya sendiri. Impresi warna-warna itu merepresentasikan nilai-nilai transenden juga dunia atau realitas yang lain. Pengalaman di hutan itu saya merasakan hingar bingar juga ketenangan. Bidang-bidang warna itu muncul karena peran saya sebagai seniman dan peran material atau alam. Yang muncul kemudian di louar ekspektasi saya,” lanjut Restu Taufik Akbar di de Braga by ARTOTEL, Jalan Braga No. 10, kota Bandung.

Restu Taufik Akbar “Crossroads: ‘The Winds Long to Play'” (2018) [68 cm x 33 cm {2 panels}, polyurethane dan viltrain di atas plat stainless steel]; “Crossroads: ‘At Some Point in Time'” (2018) [68 cm x 33 cm {2 panels}, polyurethane dan viltrain di atas plat stainless steel] di ARTSPACE de Braga by ARTOTEL, Bandung. Pameran berlangsung pada tanggal 10 – 28 Oktober 2018. FOTO: artspace Indonesia.
Mengapa lukisan-lukisan Restu Taufik Akbar menjadi pameran perdana di de Braga by ARTOTEL? Windy Salomo, Art Director ARTOTEL Group, mengutarakan bahwa karya-karya Restu Taufik Akbar sudah sekian lama diamati dan karyanya memang sesuai dengan tema dan kosenp botanical di de Braga bt ARTOTEL di kota Bandung.

“Setiap unit hotel yang dikelola oleh ARTOTEL Group memiliki ARTSPACE masing-masing. Kami merancang program pameran di ARTSPACE unit hotel kami setiap dua bulan dengan mengundang seniman-seniman muda yang sudah memiliki CV dan portofolio yang baik. Sebenarnya ada dua type karya yang dipajang di unit hotel kami, pertama adalah karya-karya commission work yang disesuaikan dengan tema dan konsep desain interior unit hotel kami dan karya fine art yang digelar melalui kegiatan pameran seniman-seniman muda seperti Restu Taufik Akbar ini,” kata Windi Salomo di ARTSPACE de Braga by ARTOTEL, Rabu (10/10) sore.

Salah satu pengunjung pameran tunggal Restu Taufik Akbar, “The Other Hemisphere”, di ARTSPACE de Braga by ARTOTEL, yang dibuka oleh Aton Susanto, General Manager de Braga by ARTOTEL pada Rabu (10/10) petang. Pameran berlangsung  pada tanggal 10 – 28 Oktober 2018. FOTO: artspace Indonesia.

Windi Salomo juga mengatakan bahwa pameran tunggal Restu Taufik Akbar bertajuk The Other Hemisphere merupakan kegiatan Artotel Project Series yang pertama di de Braga by ARTOTEL, Bandung. Pameran ini juga disambut sangat positif oleh Anton Susanto, General manager hotel de Braga by ARTOTEL, katanya, lukisan-lukisan Restu Taufik Akbar sesuai dengan konsep de Braga by ARTOTEL. Hotel de Braga di jalan Braga No.10, kota Bandung adalah hotel pertama dengan katagori Curated Collections yang dioperasikan oleh ARTOTEL Group, juga hotel ke-6 yang diperasikan oleh ARTOTEL Group.

Restu Taufik Akbar “(In)visible Forest: ‘In The Middle of Something Truth'” (2017) [80 cm x 50 cm, 60 cm x 60 cm, 90 cm x 94 cm, 50 cm x 80 cm, enamel, viltarian dan cat minyak di atas kanvas]; “Magical For(Rest): ‘Trully Happiness'” (2016) [ 200 cm x 120 cm, enamel, viltarain dan cat minyak di atas kanvas] di ARTSPACE de Braga by ARTOTEL, Bandung. Pameran berlangsung pada tanggal 10 – 28 Oktober 2018. FOTO: artspace Indonesia.

“de Braga by ARTOTEL hadir sebagai hotel yang memadukan seni kontemporer dan terinspirasi oleh karakter botani khas perkebunan teh di kawasan Bandung yang akan mendukung stiap kegiatan seni, pelaku seni dan berkomitmen untuk memberikan pengalaman yang unik untuk tamu de Braga. Pameran ini dipersembahkan untuk para pecinta seni, terutama tamu de Braga agar mendapatkan pengalaman yang tak terlupakan,” kata Anton Susanto di lobby de Braga by ARTOTEL, Rabu (10/10) petang.

Restu Taufik Akbar akan terus mengeksplorasi karyanya pada medium trimatra pada pameran selanjutnya. Ia masih menyimpan banyak ingatan dan pengalaman unik hasil interaksinya dengan alam.

Restu Taufik Akbar “Magical For(Rest): ‘Turmoil Lust'” (2016) [200 cm x 120 cm, enamel dan cat minyak di atas kanvas]; “Magical For(Rest): ‘Turn Into Something'” (2016) [200 cm x 120 cm, enamel, viltrain dan cat minyak di atas kanvas] di ARTSPACE de Braga by ARTOTEL, Bandung. Pameran berlangsung pada tanggal 10 – 28 Oktober 2018. FOTO artspace Indonesia.

Zusfa Roihan, seniman abstrak dan penulis dalam pameran tunggal kedua Restu Taufik Akbar memberikan catatan, bahwa, “Bentang alam pada lukisan Restu justru tidak memberikan gambaran spesifik tentang suatu tempat, tetapi identitas tempat tersebut menjadi sesuatu yang universal. Warna-warna yang artifisial pada lukisan Restu justru tidak bisa diakitkan dengan warna yang ada di alam. Justru di situ menunjukkan bagaimana Restu mencoba mengkonstruksi realitas…..hal itu bisa muncul karena lukisan bentang alam Restu tidak menggunakan referensi fotografis suatu tempat tetapi lebih menggunakan ingatan pengalaman…. Lukisan-lukisan Restu, sejauh pengamatan saya, selalu mengajak untuk menikmati bentuk bentang alam yang ‘lain’ dan mengajak kita untuk selalu berpijak pada ‘tanah pikiran’ kita dalam mengalamai dunia.”

Restu Taufik Akbar, tentunya, masih akan berbagi pengalaman estetik dari karyanya dengan pengetahuan lain, dengan wacana seni rupa kontemporer global saat ini, di mana material karya tidak lagi menggunakan karakter material yang sudah menjadi artefak tradisi yang masih dihidupkan oleh beberapa seniman. Tetapi, justru mengikuti perkembangan jaman dan wacana seni rupa saat ini dengan pijakan sejarah serta konteks seni rupa saat ini.

Anton Susanto, General Manager de Braga by ARTOTEL, meresmikan pameran tunggal Restu Taufik Akbar, The Other Hemisphere, di lobby de Braga by ARTOTEL, Jalan Braga No. 10, kota Bandung, Rabu (10/10) petang. FOTO: NOP Motion – courtesy image by de Braga by ARTOTEL.

Sebagai hotel dengan katagori Curated Collections, de Braga by ARTOTEL mengoleksi karya-karya tujuh seniman yang mengisi kamar-kamar hotel dan beberapa sudut ruangan, mulai dari lobby hotel. Erwin Windu Pranata, Agugn, Radhinal Indra, Elfandiary, Addy Debil, Riandy Karuniawan dan Argya Dhyaksa adalah seniman-seniman muda yang karyanya dikoleksi de Braga by ARTOTEL melalui proses commission work yang dilaksanakan pada proses pembangunan de Braga by ARTOTEL.

Karya-karya seniman muda itu, selain karya-karya dengan katagori fine art dari penyelenggaraan pameran melalui program ARTOTEL PROJECT SERIES merupakan suguhan berkelas yang akan dinikmati oleh pengunjung dan tamu de Braga by ARTOTEL, kota Bandung. Dengan demikian, para pecinta seni, kolektor seni dan masyarakat umum dapat mengapresiasi karya seni rupa kontemporer ketika menginap di de Braga by ARTOTEL sambil berwisata sejarah dengan mengunjungi Gedung Merdeka – tempat peristiwa Konperensi Asia Afrika, wisata arsitektur di kawasan Jalan Braga juga wisata kuliner khas kota Paris van Java, Bandung.[]

About artspace indonesia

artspace.id adalah kumpulan informasi mengenai dunia seni kontemporer di Indonesia. silakan kirim informasi seni Anda kepada kami : redaksiartspace@gmail.com admin : FRINO BARIARCIANUR | ARGUS

View all posts by artspace indonesia →

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *