Pemenang Penghargaan UOB POY (Indonesia) 2018 Diumumkan

Para Pemenang UOB Painting of the Year 2018 (Indonesia) kategori Seniman Profesional berforo bersama (Kiri-kanan): Bapak Triawan Munaf, Kepala Badan Ekonomi Kreatif Indonesia, Ibu Ajeng Martia Saputri (pemenang Gold Award), Ibu Lenny Ratnasari Weichert (pemenang Bronze Award), Bapak Suvi Wahyudianto (pemenang UOB Painting of the Year 2018 Indonesia), Bapak Hudi Alfachuri, Pemenang Silver Award, dan Bapak Iwan Satawidinata, Wakil Presiden Direktur UOB Indonesia. FOTO: courtesy image of UOB Indonesia.

Salah satu seniman muda asal Madura, Jawa Timur menjadi pemenang kompetisi seni lukis UOB Painting of the Year (Indonesia) 2018. PT Bank UOB Indonesia (UOB Indonesia) menganugerahkan penghargaan UOB Indonesia Painting of the Year (Indonesia) 2018 kepada Suvi Wahyudianto untuk lukisannya yang berjudul Angs’t (Angst) pada hari Selasa (16/10) malam di Jakarta.

Suvi, seniman muda daril Madura, Jawa Timur, mengatakan bahwa karyanya fokus pada peristiwa sentimen primordial serta pentingnya berempati. Karyanya terinspirasi dari peristiwa ketegangan antarsuku di Sampit yang melibatkan masyarakat Dayak dan Madura pada Februari 2001 lalu. Isu kemanusiaan berhasil merengkuh hati anggota Dewan Juri UOB POY 2018, yaitu Entang Wiharso, Dr. Wiyu Wahono, dan penulis sekaligus kritikus seni Bambang Bujono.

“Karya saya menekankan pentingnya berempati. Inspirasi karyaw ini berasal dari ketegangan antar etnis di Sampit, Kalimantan. Karya ini juga menyimbolkan harapan bahwa suatu hari dinding tebal yang memisahkan kita sebagai manusia yang berkedudukan sama akan runtuh. Bagaimanapun, terlepas dari perbedaan ras dan budaya, kita semua pada dasarnya sama. Sebagai seniman profesional muda, saya merasa terhormat dapat memenangkan penghargaan UOB Indonesia Painting of the Year (Indonesia) 2018. Penghargaan ini merupakan kompetisi seni internasional pertama dan memberi saya pengalaman yang sangat berharga,” ungkap Suvi Wahyudianto.

Terkait karya Suvi Wahyudianto, Entang memberi komentar bahwa karya Suvi menunjukkan kumpulan kenangan senimannya atas ketegangan sosial yang sering meninggalkan penderitaan fisik dan emosional bagi masyarakat. Karya ini sekaligus memperlihatkan bagaimana seniman mempertanyakan aspek kemanusiaan. Penggunaan tekstur yang kuat, pigmen merah yang melambangkan luka dan daging yang terbakar pada karyanya menarik. Entang Wiharso juga mengatakan bahwa unsur-unsur itu menggambarkan aspek kepekaan, teknik, dan pesan dari karya seninya. Hal tersebut yang mengantarkan Suvi memenangkan kompetisi ini.

Sebagai pemenang UOB Painting of the Year (Indonesia) 2018, Suvi berhak atas hadiah uang tunai sebesar dua ratus lima puluh juta rupiah. Selain itu, hasil karyanya juga akan dikompetisikan dengan para pemenang dari negara-negara lain; Malaysia, Singapura, dan Thailand dalam ajang kompetisi UOB Southeast Asian Painting of the Year 2018. Pengumuman pemenangnya akan dirilis di Singapura pada tanggal 1 November 2018. Suvi juga memperoleh kesempatan untuk memenangkan program residensi selama satu bulan di Fukuoka Asian Art Museum, Jepang, setelah lulus ujian seleksi dari museum tersebut tentunya.

Bapak Triawan Munaf, Kepala Badan Ekonomi Kreatif Republik Indonesia, Bapak Suvi Wahyudianto, pemenang UOB Painting of the Year 2018 (Indonesia), Bapak Iwan Satawidinata, Wakil Presiden Direktur UOB Indonesia. FOTO: image courtesy of UOB Indonesia.

Seniman muda dari kategori Seniman Pendatang Baru (Emerging Artist) berhasil dimenangkan oleh Seno Wahyu Sampono, dengan penghargaan UOB Most Promising Artist of the Year, untuk lukisannya yang berjudul ‘Instrospeksi Diri’. Lukisan dengan media campuran ini adalah kolase dari 288 panel seukuran kartu remi yang menangkap berbagai masalah dan kenangan selama periode waktu tertentu. Karya seni tersebut mewakili suatu perjalanan kontemplatif seniman yang berasal dari rasa takut dan kesenangan. Hal ini juga merupakan proses refleksi diri yang menjadi pengingat kepada seluruh manusia untuk menjadi lebih baik.

Kevin Lam, Presiden Direktur UOB Indonesia mengatakan, “UOB Indonesia percaya bahwa seni, anak-anak, dan pendidikan berperan penting dalam membawa perubahan positif bagi masyarakat. Kami senantiasa berkomitmen membantu membuka hati dan pikiran sambil mengembangkannya menjadi potensi yang maksimal. Melalui rangkaian usaha yang dilakukan oleh UOB Indonesia, kami berharap dapat berkontribusi kepada kemajuan masyarakat.”

Berikut adalah para seniman yang menjadi juara dalam kategori Seniman Profesional Indonesia; Suvi Wahyudianto, judul karyanya “ANGS’T”, berhak atas hadiah sebesar dua ratus lima puluh juta rupiah. Kemudian ada Ajeng Martia Saputri, dengan judul karya “Universe Under Our Skin” sebagai pemenang dengan predikat Gold Award, dan berhak mendapatkan hadiah sebesar seratus juta rupiah. Lalu, Hudi Alfachuri, dengan judul karya “Urban Solitary” dengan predikat Silver Award, berhak mendapatkan hadiah sebesar delapan puluh juta rupiah. Juga ada seniman perempuan yang cukup senior, yaitu Lenny Ratnasari Weichert, dengan judul karya “Yang Ibu Ajarkan” dengan predikat Bronze Award, berhak atas hadiah sebesar lima puluh juta rupiah.

UOB POY 2018 Indonesia juga memberikan penghargaan kepada para seniman muda dari kategori seniman Pendatang Baru, yaitu Seno Wahyu Sampurno dengan judul karya “Introspeksi Diri” memenangkan predikat sebagai UOB Most Promising Artist of the Year 2018 dan berhak atas hadiah tiga puluh juta rupiah. Kemudian Danni Febriana, “Shocking Beauty Is Goat”, predikat Gold Winner, mendapatkan hadiah sebesar dua puluh lima juta rupiah; Anissa Dermawan Kunaefi, “Camouflage ‘Flackterns’”, predikat Silver Winner, dengan hadiah sebesar lima belas juta rupiah. Terakhir, dengan predikat Bronze Winner dimenangkan oleh Alif Edi Irmawan, dengan judul karya “Dongeng Tanah Surga”, mendapatkan hadiah sebesar sepuluh juta rupiah.

Lukisan para pemenang dari kategori seniman profesional dan Pendatang Baru pada kompetisi UOB Indonesia Painting of the Year 2018 (Indonesia) akan dipamerkan di Gedung A, Galeri Nasional Indonesia pada tanggal 8 – 19 November 2018. Pameran tersebut terbuka untuk umum, dan tidak dipungut biaya tiket masuk.[]

About artspace indonesia

artspace.id adalah kumpulan informasi mengenai dunia seni kontemporer di Indonesia. silakan kirim informasi seni Anda kepada kami : redaksiartspace@gmail.com admin : FRINO BARIARCIANUR | ARGUS

View all posts by artspace indonesia →

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *