Pameran Seni Rupa Nusantara Utamakan Keterampilan Perupa

Pameran Seni Rupa Nusantara bertajuk “KONTRAKSI: Pascatradisionalisme” di Galeri Nasional menekankan pada keterampilan (skill) para perupa Indonesia. Pameran ini melibatkan 55 seniman Indonesia yang telah menunjukkan potensi dan kreativitas, serta eksistensinya dalam ajang seni rupa bertaraf nasional.

Dalam pernyataan tertulis yang diterima Artspace Indonesia, tim kurator pameran yang terdiri dari Asikin Hasan, Sudjud Dartanto, dan Suwarno Wisetrotomo, menyatakan pameran menjadi media pemetaan perkembangan mutakhir seni rupa di tanah air. Pameran Seni Rupa Nusantara pertama kali diadakan pada tahun 2001, kemudian 2002, 2005, 2007, 2009, 2011, 2013, 2015, dan 2017.

“Kali ini, pameran ini tidak menitikberatkan pada keterwakilan suatu wilayah, namun lebih menekankan pada keterampilan (skill) para perupa Indonesia yang diwakili dari hasil karyanya yang tentu sesuai dengan tema pameran yaitu “KONTRAKSI: Pascatradisionalisme”,” ungkap tim kurator pameran.

Lebih lanjut tim kurator menjelaskan tentang teks ‘KONTRAKSI’ yang diusung dalam pameran.

Kontraksi dimaksudkan sebagai sebuah pergulatan luar biasa sesuatu tanda dari berbagai proses kombinasi, dan dari pergulatan itu memungkinkan lahirnya tanda baru. Kelahiran tanda baru akan terus berulang-ulang mengikuti hukum alam sepanjang masa.

“Persoalan apakah yang baru akan sama dengan yang lama atau lain sama sekali adalah kehendak yang harus kita terima sebagai sebuah proses dialektika,” tulis tim kurator pameran.

Dalam konteks “Pascatradisionalisme” yang dimaksud tim kurator dalam pameran ini mengisyaratkan kesadaran untuk tidak terjebak pada ‘keadiluhungan’ dan kolektivisme sempit, alasannya bahwa yang nonadiluhung pun punya derajat sama dalam ranah seni kontemporer. Selain itu, dalam kesadaran pascatradisionalisme: seniman adalah agen yang bebas berkreasi, menafsir tradisi, dan berempati dalam semangat kolektivisme baru yang memiliki ciri emansipatif (membebaskan) dan inklusif (terbuka atas keragaman) di tengah era nirsekat (globalisasi) sekarang ini.

Pameran Seni Rupa Nusantara “KONTRAKSI: Pascatradisionalisme” menampilkan 55 karya dari 55 seniman yang diperoleh melalui mekanisme seleksi yang cukup ketat. 36 di antaranya merupakan hasil seleksi 886 karya dari 677 seniman yang dijaring melalui aplikasi terbuka, sedangkan 19 seniman dan karyanya merupakan undangan secara khusus berdasarkan pertimbangan kuratorial.

Keseluruhan karya-karya yang ditampilkan menunjukkan eksplorasi media yang kaya, di antaranya lukisan, patung, grafis, batik, dan instalasi.

Pustanto, Kepala Galeri Nasional, berharap semoga Pameran Seni Rupa Nusantara “KONTRAKSI: Pascatradisionalisme” ini mampu memberikan edukasi kepada masyarakat khususnya informasi atau pengetahuan terkait seni rupa, mengingat pameran ini juga diselenggarakan bertepatan untuk menyambut Hari Pendidikan Nasional.

“Selain itu, pembukaan pameran pada 23 April bertepatan dengan tanggal wafatnya Raden Saleh yang saat ini sedang dalam usulan rancangan sebagai tanggal peringatan Hari Seni Rupa Nasional. Karena itu, Pameran Seni Rupa Nusantara kali ini diharapkan sebagai tanda dukungan Galeri Nasional Indonesia terhadap rancangan Hari Seni Rupa Nasional tersebut,” ungkapnya.

Sutanto juga mengharapkan pameran ini dapat memunculkan inspirasi dan motivasi untuk berkarya bagi para perupa dan juga publik luas yang mengapresiasi pameran ini. Serta menjadi sarana wisata edukasi kultural yang mampu menarik perhatian publik dalam negeri maupun mancanegara.

“Yang tak kalah penting, diharapkan pameran ini mampu mengisi titik-titik penting perkembangan seni rupa Indonesia sekaligus mendorong perkembangan tersebut demi kemajuan seni rupa Indonesia,” kata Pustanto. []

Pembukaan
Selasa, 23 April 2019  |  19.30

Pameran
24 April  – 12 Mei 2019  |  10.00 – 19.00  |  Gedung A, B, & D

Program Publik
Rabu, 24 April 2019
* 10.00  |  Diskusi Seni Rupa “KONTRAKSI: Pascatradisionalisme”  |  Ruang Seminar
* 13.00  |  Kunjungan ke Museum MACAN (kuota terbatas, pendaftaran WA 081216647233 Senin-Jumat, pk. 09.00-16.00)

About artspace indonesia

artspace.id adalah kumpulan informasi mengenai dunia seni kontemporer di Indonesia. silakan kirim informasi seni Anda kepada kami : redaksiartspace@gmail.com admin : FRINO BARIARCIANUR | ARGUS

View all posts by artspace indonesia →

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *