Chuanslee, Street Art, dan Zona Nyaman Pameran Tunggal "Safe Area" di Tengah Communal Space Jakarta

Chuanslee ialah seniman kontemporer asal Jakarta, yang menggunakan medium coretan street art untuk menggambarkan seni kehidupan yang tercipta di dalam zona nyaman. Karya-karyanya dapat dinikmati di Tengah Communal Space, Jalan Taman Setia Budi II No. 497-498, Kuningan, Jakarta Selatan. Pameran digelar 18-31 Desember 2021.

Lantas apa yang menarik dari karya seniman asal Jakarta ini?

Berkarya dengan sebuah karakter (Bumi) yang hidup di dalam dimensi kotak yang ia ciptakan, Chuanslee menarik arti lebih luas dari makna kehidupan yang didapatkannya. Ciri khas coretannya merupakan hasil dari buah pikiran untuk mengeksplorasi kaitan antara ruang gerak manusia di dalam zona nyaman dan struktur “Bumi” yang terus berotasi.

Lewat dimensi ‘kotak’ yang ia ciptakan, dunia multidimensional baru terus tercipta melampaui ruang tersebut.

“Banyak yang berpendapat bahwa keluar dari zona nyaman dapat membantu kita mengembangkan diri. Namun bagi saya, menemukan zona nyaman terlebih dahulu adalah hal yang terpenting agar kita lebih mengerti dan mencintai diri kita sendiri.”

Chuanslee (bertopi), seniman muda, sedang berbincang dengan pengunjung pameran tunggal bertajuk “Safe Area” di Tengah Communal Space, Jakarta.

Ide dan tema karyanya diangkat dari cerita hidup yang ia jalani saat kemarin dan seterusnya. Chuanslee menaruh mimpi untuk menyampaikan pesan serta perasaan mencintai diri di dalam zona privat melalui coretan yang ia buat. Chuanslee meleburkan monokrom putih dan hitam yang mengartikan fondasi kehidupan bersama warna merah, biru, dan hijau yang menunjukan arti keberanian bermimpi di dalam kotak yang ia buat.

Chuanslee mempersembahkan sebuah pameran solo pertamanya yang bertajuk Safe Area. Acara yang diselenggarakan di Tengah communal space, Jakarta ini berlangsung dari tanggal 18 Desember hingga 31 Desember 2021.

Kumpulan karya dari “Safe Area” menceritakan tentang refleksi pengalaman hidup pribadinya. Secara tidak langsung Chuanslee menggambarkan provoke culture kepada khalayak bahwa kita tidak perlu keluar dari zona nyaman untuk berkembang. Chuanslee ingin menyampaikan dengan mudahnya orang di masa sekarang lebih mengikuti ucapan motivator/orang lain daripada menemukan jati dirinya sendiri terlebih dahulu.

Kata yang sering kita dengar ‘keluarlah dari zona nyaman agar kita bisa lebih berkembang’. Tetapi menurut Chuanslee, jika individu yang keluar dari zona nyaman belum tentu mereka sudah menemukan zona nyamannya sendiri sebelumnya.

Dengan karakter yang dibawakan Chuanslee bernama ‘Bumi’ yang berputar dan bergerak di dalam ‘kotak sempit’ mengartikan bahwa di zona nyaman, kita juga bisa bergerak untuk berkembang dalam tekanan apapun dan kita bisa mengembangkannya lebih luas untuk zona nyaman kita sendiri.

Pameran ini didukung oleh Leonard Theosabrata, Direktur Utama Kementrian UMKM SMESCO yang mengungkapkan bahwa seniman merupakan bagian dari ekosistem perekonomian Indonesia. []

 

View this post on Instagram

 

A post shared by chu (@chuanslee)

About artspace indonesia

artspace.id adalah kumpulan informasi mengenai dunia seni kontemporer di Indonesia. silakan kirim informasi seni Anda kepada kami : redaksiartspace@gmail.com admin : FRINO BARIARCIANUR | ARGUS

View all posts by artspace indonesia →

Leave a Reply

Your email address will not be published.